Pengalaman Puasa Pertama di Jepang - Fujiharu.com

Widget HTML Atas

Pengalaman Puasa Pertama di Jepang

Fujiharu.com - Sedih, satu kata ajaib yang bikin baper. Bagaimana nggak baper, puasa tidak bersama keluarga, tambahan lagi ada di negeri orang, Jepang. Ini adalah cerita pengalaman puasa pertama aku di Maebashi, Jepang yang jam puasanya cukup lama.

Bulan puasa adalah bulan yang identik dengan kumpul keluarga. Hampir semua anggota keluarga yang ada di luarkota berkumpul untuk bersama sama berpuasa bersama di hari pertama atau setidaknya berkumpul sebentar sebelum memulai aktivitas lainnya. Begitupun dengan aku. Tapi kini semuanya kini tidak sama lagi. Aku berada di negeri Jepang, tepatnya di kota kecil Maebashi, Gunma Jepang.

Pernak pernik puasa

Hingar bingar puasa yang sering terdengar, terlihat dan terasa kini tak sama. Tidak ada lagi iklan sirup Marjan yang begitu manis dan segarnya; Iklan sarung atau rokok yang kadang menyentuh hati; Acara televisi yang semuanya mendadak agamis; Suara petasan dan teriakan tetangga; hingar bingar anak kecil yang berlarian menyambut sholat tarawih; dan yang paling dirindukan tentu saja Adzan Magrib berkumandang. Disininal seolah titik awal berkumpulnya kita semua sebagai anggota keluarga merasakan indahnya ramadhan. Kita seolah rehat sebentar dari semua kegiatan apapun demi pertemuan dibulan puasa ini. Lalu kegiatan berlanjut ke tarawih di mesjid bersama tetangga dan sanak saudara. Indah.

Baca Juga:

Saat ini aku dan teman teman lainnya sedang menuntut ilmu dan juga bekerja agar mendapatkan penghidupan yang lebih baik ketika kami kembali ke Indonesia. Amin. Karena itulah ketika keluarga yang disayangi nggak ada di samping kita, maka teman teman Indonesia dan juga orang Jepang inilah yang akan menjadi keluarga kita, pengganti mereka.

Bagaimana dengan puasa di Jepang? Puasa disini tentu juga terasa. Kita sesama muslim saling mengingatkan, terkadang berusaha mengosongkan jadwal baito kita untuk bisa berkumpul dalam acara buka puasa bareng sesama anak Indonesia. Ya, mungkin itulah setetes pengobat hati akan kerinduan keluarga. 

Jangan bayangkan iklan marjan, indomie, sarung atau rokok yang berseliweran. Yang utama karena aku nggak ada televisi, juga memang suasana ramadhan ini memang beda. Kita semua yang ada di Jepang mengetahui bahwa Jepang bukan negara muslim, so mereka tidak begitu tahu bulan suci muslim ini. Tapi, nggak masalah selama mereka juga tidak mengganggu kita. Maksudnya mengganggu? Ya siapa tau mereka meminta kita berbuka puasa karena jika kita baito akan merusak performa kerja kita. Emang ada? Siapa tahu. 

Puasa pertama di Jepang
Menu sahur di Sukiya

Waktu puasa

Puasa tahun ini bertepatan dengan musim panas. Wow, jadi berapa jam ketika berpuasa di Jepang? Hari pertama ini muslim berpuasa sekitar 16 jam dari jam 02.30 pagi sampai 19.00 malam. Cukup lama juga ya, berbeda dengan Indonesia yang hanya sekitar 14 jam. Yang istimewa puasa di Jepang selain berada di negara orang adalah karena panasnya yang luarbiasa. Ya, musim panas di Jepang hampir mirip dengan panasnya Jakarta atau Bekasi, tapi karena di Bekasi sudah terbiasa dengan suhu panas setiap hari, jadi sudah tertempa dengan baik. Bagaimana dengan di Jepang? Harus adaptasi lagi. Soalnya suhu disini kadang susah diprediksi, dalam artian bisa dingin banget, bisa juga panas banget. Aku paling suka jika puasa pada saat winter atau musim dingin. Kenapa? Soalnya disamping waktu cepat berlalu, juga nggak terasa puasanya (sering dilakukan pada puasa sunah). Jam puasanya mungkin sekitar 11 atau 12 jam. Soalnya jam setengah 5 juga kadang udah agak gelap jika musim dingin.

Lalu, sahur pertama bagaimana?

Sahur pertama alhamdulillah kita ke Sukiya setempat bersama 4 anggota kamar SW302. Ya, semoga bisa menjadi awal bagus untuk kita untuk semakin mensolidkan diri dalam kekeluargaan. Amin.

Puasa pertama di Jepang
Member sausu window 302

Buka puasa juga kita berbarengan karena kebetulan puasa pertama ini di hari senin yang beberapa teman kebetulan libur baito.

Buka puasa di tempat lain

Nah, beberapa hari selanjutnya, kita juga maen ke Isesaki. 5 Menit dari Isesaki stasiun ada mesjid lho. Nggak besar dan jangan bayangkan seperti di Indonesia, tapi lumayan bagus dan menenangkan. Bayangkan! Udah beberapa bulan nggak sholat berjamaah di Mesjid. Apalagi, kita juga berbuka puasa bareng dengan saudara sesama muslim yang lain. Sepengetahuan aku sih orang yang datang itu adalah komunitas pakistan. Itupun cuma liat dari warna kulit dan muka aja ya, maaf kalo salah. maklum, di Jepang ini juga ada yang mukanya mirip dengan mereka: Nepal dan Bangladesh. Tapi, yang kebanyakan muslim emang Pakistan sih.

Puasa pertama di Jepang

Puasa pertama di Jepang
Menjalin silaturahim ke Isesaki Mosque

Kita buka puasa di bawah mesjidnya. Ya di pelataran parkirnya gitu. Kita semua berkumpul menanti datangnya adzan magrib. Jadi ingat keluarga. Huks. Saat seperti ini adalah saat yang krusial. Ya, perut keroncongan dan juga saat dimana semua anggota keluarga berkumpul. Makanan yang adalah makanan khas dari negara mereka. Kita duduk di atas terpal yang dimana tempat makanan ditaruh juga dilapisi lagi dengan plastik bersih. Ah.......subhanallah.

Puasa pertama di Jepang
Kiri: Fuji, Yayan, Irfan, Andy

Semoga selama kurang lebih 30 hari kedepan, puasa lancar, baito yang lebih halal bisa didapatkan, galau hilang, masa depan semakin bright, dan istri solihah menanti. Amin. Emak.....hayang kawin!!! Wakakakakak sedih banget apalagi kalo hari raya, pasti ditanyain, masih sendiri? Wakakakakak. Jleb!!!

Dan, agar semakin yakin dengan bagusnya puasa, aku juga akan memberikan manfaat puasa bagi tubuh dan pikiran kita:

1. Meningkatkan kesehatan

Dengan berpuasa, maka makanan yang masuk akan gampang diketahui karena jam makan hanya buka dan sahur. Hal ini sangat berbeda dengan ritme makan yang nggak sesuai. Kita makan kapanpun dan seenaknya tanpa tahu mana yang bergizi dan nggak. Dengan mengontrol makanan yang masuk, maka kesehatan terjaga dan semakin bagus.

2. Membuang lemak

Bagi yang ingin tubuh langsing, bisa melakukan puasa lho. Dengan berpuasa, makanan dan minuman terkontrol, pastinya berat badan berkurang dan semoga semakin langsing dan sehat.

3. Awet muda

Menurut penelitian, dengan berpuasa, maka kita akan semakin awet muda. Mungkin karena sehat ini kali ya jadi auranya lebih baik lagi.

4. Meregenerasi sel

Dengan puasa, maka tubuh akan mengambil yang bagusnya saja dari tubuh, dan yang jelek tentu saja terbuang. 

5. Stress berkurang

Jika kamu merasa stres atau kesal karena belum makan, berbeda dengan puasa. Jika puasa, meskipun lapar nggak akan membuatmu uringan. Benar? Itulah kehebatan puasa.

6. Mengistirahatkan sistem pencernaan

Selain waktu puasa, jam makan akan nggak terkontrol karena kita makan nggak sesuai waktunya, hal ini akan membuat kinerja sistem pencernaan bekerja engan dipaksa. Jika puasa, maka ritme tubuh akan mengikuti dan sistem pencernaan juga ada waktu untuk istirahat.

7. Pahala

Jika puasa, pastinya akan mendapatkan pahala dari Allah Swt.

Sebenarnya masih ada banyak manfaat lain ketika puasa, kamu tinggal isi komentar dibawah manfaat puasa buat kita.

Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

No comments for "Pengalaman Puasa Pertama di Jepang"

Berlangganan via Email