Pengalaman ujian bahasa Jepang di Jepang - Fujiharu.com
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengalaman ujian bahasa Jepang di Jepang

Fujiharu.com - Mumpung di Jepang, aku mau ikutan ujian Bahasa Jepang untuk orang asing, yang sering disebut dengan JLPT. Tahun 2016 ini adalah pertama kalinya aku ikut ujian di Jepang. Bayarnya berapa? Mahal. Hampir 600 ribu rupiah. Inilah pengalamanku ikut JLPT overseas.

Bagaimana suasana dan ujian JLPT di Jepang
Data diri JLPT

Apa itu JLPT?

JLPT atau Japanese Language Proficiency Test adalah tes kemampuan bahasa Jepang, biasanya ada di bulan Juli dan Desember. Hampir seluruh negara yang mengadakan ujian ini melaksanakan di bulan tersebut, tapi bulan yang pasti adalah bulan Desember. Seperti tahun ini, JLPT Juli di Indonesia hanya dilaksanakan di kota tertentu, mungkin terkait dengan jumlah peminat ujian bahasa Jepang dan dekatnya hari lebaran kali ya. 

Nah, di Jepang ini sangat berbeda banget dengan yang ada di Indonesia. Maksudnya? Beginilah pengalamanku ketika mengikuti ujian JLPT di Jepang. Tahun ini ikutan ujian JLPT N3. What? Kamu ikutan JLPT N3? Iya, emang kenapa? Kan aku masih belum bisa. Lagian juga pengen ikutan yang N3 ini. Maklum, N3 dulu jadul banget, pengen di update. Bukannya kemampuanmu JLPT N5? Hahahaha.

Pengalaman ikut JLPT di Jepang
JLPT Timeline

Daftar JLPT bisa individu bisa perkelompok

Sekolah menawarkan aku untuk membantu mengurusi pembayaran JLPT ini, tapi aku putuskan untuk daftar sendiri melalui Website JLPT Internasional ini. Nah, berhubung aku ujiannya di Jepang, daftarnya disini JLPT di Jepang. Sangat gampang banget lho daftar online itu. Lebih gampang daripada daftar JLPT di Indonesia.

Biaya JLPT di Jepang

Biaya yang harus aku bayar 5500 yen, ya kalo di rupiahin sekitar 600 ribu rupiah ya. Mahal kan? Banget, soalnya kalo di Indonesia mungkin hanya sekitar 100rb sampai 150 rb, itupun tergantung levelnya.

Baca Juga:

Setelah daftar dll, kita akan mendapatkan no ujian melalui pos, tapi berhubung aku nggak dapat kartu ujian yang dikasih panitia, jadi aku print aja kertas pendaftaran yang diterima melalui email. 

Dan sangat gampang, kita bisa langsung ujian tanpa harus izin bla bla bla jika belum ada surat keterangannya. Kalo kamu udah daftar keseluruhan dan lupa bawa kartunya, cukup bawa paspor atau zairyuukaado, soalnya foto dan data diri sudah ada secara otomatis di panitia. 

Tempat Ujian JLPT di Jepang

Tempat ujian Tempat ujian JLPT kebetulan di kota sebelah, Takasaki, tepatnya di Universitas Ekonomi Takasaki. Karena aku nggak mau mainstreem, aku kesananya pake sepeda yang butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, saat puasa pula. Alhamdulillah nggak batal, cuma tenggorokan terasa kering. Wakakakak.Disana banyak sekali orang Indonesia yang ikutan JLPT ini. Bisa mahasiswa, siswa nihonggo gakkou, bahkan TKI yang sering disebut kenshuusei.


Bagaimana suasana dan ujian JLPT di Jepang
Muka setelah tes

Perbedaan ujian bahasa Jepang antara Jepang dan Indonesia

Ujian JLPT di Jepang sangat berbeda sekali ketatnya dengan di Indonesia. Indonesia memang ketat juga, tapi tak seketat di sini. Bayangkan, setiap kesalahan akan diberikan kartu kuning, dan jika kartu kuning diberikan 2 kali, maka akan kena kartu merah which is kita akan dipersilahkan untuk pulang dan tidak diizinkan untuk mengikuti ujian selanjutnya. Artinya? Kita gagal saat ujian JLPT hari itu. Alhamdulillah aku merasa nyaman saja dan fine dengan semua rule itu. 

Btw, temanku kena kartu kuning, soalnya setelah mengerjakan soal, kita akan selalu diberikan info bahwa isinya kurang lebih begini, "Ujian telah selesai, tapi masih belum dipersilahkan untuk membuka hape,,,," Nah temen aku buka hape, hahaha kena kartu kuning deh.

Ada cerita lagi anak Vietnam yang di penghapusnya ada kanji atau apa gt, sehingga dia hampir aja dikeluarkan dari ruang ujian. Baju penghapus alias kertas yang menempel di penghapus harus di buang juga lho. 

Yang paling krusial tentu saja terkait dengan choukai. Jika ada suara yang mengganggu seperti hape berdering maka akan langsung kena kartu merah. Aku ngalamin ujian waktu ujian disekitar PLAZA Indonesia, ada orang yang hapenya bunyi. Bukan sekali, tapi dua kali! tahu yang terjadi? Nggak diapa apain? Fiuh..... Kalo di Jepang langsung dikeluarkan!

Muka sebelum tes


Bagaimana suasana dan ujian JLPT di Jepang
Takasaki Keizai Daigaku

Kalo di Indonesia, aku pernah ikutan ujian bahasa Jepang di Universitas Persada Indonesia, Jakarta dan Bandung.

Tempat ujian untuk wilayah Maebashi dan sekitarnya di Universitas Ekonomi Takasaki. Universitasnya nggak begitu besar, tapi rapi dan bersih. Pokoknya seneng banget deh jalan jalan disini, ya meskipun sebentar. Setelah selesai ujian, aku jalan jalan di belakang Takasaki Keizai Daigaku. 

Wah, pemandangannya indah bingo. Paling seneng aku jalan jalan pake sepeda terus gowesnya dipinggir kali. Adem dan menenangkan. Setelah ujian JLPT yang cukup pusing, langsung seger lagi deh karena pemandangan indah ini.

Bagaimana suasana dan ujian JLPT di Jepang

Setelah ujian JLPT, tinggal tunggu hasil JLPT sekitar awal bulan september nanti. Semoga lulus, nanti bisa lanjut ke N2. Yosh! ganbatte Fuji san!

Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

Post a comment for "Pengalaman ujian bahasa Jepang di Jepang"