Kenapa kita menyesal setelah wawancara kerja? - Fujiharu.com
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenapa kita menyesal setelah wawancara kerja?

Fujiharu.com - Bagaimana perasaanmu setelah mengerjakan ujian sekolah? Bagi yang udah lulus kuliah dan akan bekerja, bagaimana perasaanmu setelah melakukan sesi wawancara kerja? Happy? biasa aja? Bikin penasaran atau kesel? Kalo aku sih kebanyakan kesel. Definisi keselnya itu gado gado alias campuran. Kenapa? Soalnya kesel kenapa nggak semuanya bisa, kesel karena lupa satu bagian. Atau kesel karena nggak bisa sama sekali saat menjawab pertanyaan interview. 

Perasaan kesal setelah ujian atau wawancara kerja
Menyesal ya diakhir, kalo pertama ya Juara

Kita seakan dipaksa mikir, apa aja sih yang kita lakukan selama ini? Masa gitu aja kok nggak bisa? Apakah kamu hanya tidur aja di kelas? Beberapa pertanyaan menghinggap dikepala. Kenapa dan kenapa?

Selama sekolah, pelajaran yang aku suka itu bahasa. Nggak tahu kenapa suka banget dengan yang berbau bahasa. Tugas mengarang, bikin essai, pantun, cerpen dan hal hal yang berbau sastra itu kayaknya asyik, soalnya kutu buku kali ya. Apalagi bahasa Inggris. Meskipun nggak bisa, aku akan tetep suka. Nggak tau kenapa.

Baca Juga:

Nah, saking sukanya, ketika akan ujian sih belajarnya gampang dan nggak ada tekanan, eh pas ujian ada beberapa bagian yang lupa. Keselnya minta ampun.....

Nggak hapal Kanji pas baca artikel bahasa Jepang

Lalu, akhir akhir ini aku ikut interview di perusahaan Printer di Cikarang. Nah, dari segi ngobrol sih masih nyaman ya, soalnya aku memang lebih suka ngomong daripada nulis. Pas nerjemahin bahasa Jepang, waduh.... beberapa kanji nggak tahu cara bacanya. Kesel...padahal tahu itu kanji. Pernah belajar. Cuma apa ya? Bikin kesal. Apalagi saat aku akan tes kerja.

Grogi

Pas diminta untuk menerjemahkan ke Bahasa Indonesia dari direkturnya, tahu artinya, tapi nggak tahu kenapa pas didepan orang orang penting perusahaan tersebut langsung hilang semua. Jiah.... Beneran keselnya. Saat itu juga aku langsung berkata bahwa aku harus belajar lebih giat lagi agar bisa. Alhamdulilah tekad baja tersebut ada.

Semua tekad luntur saat di rumah

Setibanya dirumah...semua kekesalan dan tekad bulat itu luntur semua. Hahaha Pikiran gundah gulana nggak bisa itu tiba tiba hangus tak berbekas. Nggak ada pikiran ntar diterima atau nggak. Kayak waktu sekolah dulu. Ketika nggak bisa jawab soal saat ujian, keselnya minta ampun. Bertekad akan belajar setelah ujian ini. Pas keluar kelas, ya udah aku main main ama temen, nggak peduli ama urusan sekolah. 

Kalo kamu gimana? Apakah sama dengan aku? Heheh Kalo bisa jangan ya.

Jika kamu akan interview di suatu perusahaan, kamu jangan hanya pasrah dan nggak melakukan sesuatu. Kamu harus pro aktif. Caranya?

1. Cari identitas perusahaan tersebut

Misalnya nama lengkap perusahaan, bererak dibidang apa, lokasinya dimana? dll.

2. Persiapkan diri dengan pertanyaan pertanyaan yang sering muncul saat interview

Kamu bisa mencarinya di internet, pertanyaan seperti apa yang ditanyakan orang Jepang atau direkturmu nanti. 

3. Buat minimal satu pertanyaan pada perusahaan tersebut

Kenapa? Ini akan mengindikasikan bahwa kamu tertarik pada perusahaan tersebut.

Semoga sedikit informasi tadi bisa membuatmu percaya diri dan sukses di interview sehingga bisa bekerja di perusahaan tersebut. 
Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

Post a comment for "Kenapa kita menyesal setelah wawancara kerja?"