Menua di Jepang Memuda di Indonesia

Fujiharu.com - Selama di Indonesia dan Jepang, aku tanpa sengaja meriset kehidupanku, ingat tanpa sample bla bla bla. Intinya, ini pengamatanku ya. Bener tidaknya nggak tahu, hanya sekedar sharing. Hidup di Jepang itu cepat tua nya. Beneran? Iya, hidup di Jepang cepat menua, hidup di Indonesia memuda. Atau...malah terbalik?

MENUA DI JEPANG, MEMUDA DI INDONESIA


Kenapa aku bisa bilang begini, soalnya kau merasakan sendiri hidup di Jepang itu bener bener hanya berpusat pada kerja dan kerja. memang benar kita butuh duit. Dengan bekerja makan akan tertutupi biaya biaya tersebut. tapi, kok diotak pikirannya hanya bekerja dan bekerja. Bahkan segi spiritual dan lainnya jarang tersentil. Ya, tersentil jika dibulan puasa atau hari raya ya, soalnya ada perasaan lain yang meronta bahwa spiritual juga perlu, harus! Tapi, aku ngobrolin dari segi lain dulu ya.


Berikut ciri ciri yang sering aku lihat secara fisik dari diri sendiri dan teman:

1. Rambut Memutih

Jika menyangkut usia antara dewasa dan dan tua, okelah kalo memutih. Tapi diumuran anak SMA dan anak sesusia 25 udah beruban. Bahkan yang sekitar 30 an tahun hampir memutih semua rambutnya. Semua, hampir sekitar 70%. Mungkin perubahan gen, stress dan lain lain mempengaruhi, tapi dari sini aku mengasumsikan menua.

2. Kulit Keriput


Keriput? Ya semua juga pasti begitulah. Iya, tapi lagi lagi yang mudapun seperti itu. Aku sih mikir, bisa juga terkait suhu udara disini yang berubah 4 kali sesuai musimnya. Kalo dingin dingin sekali, kalo panas naudzubillah. Kulit keriput bisa terlihat dari muka dan juga kulit luar telapak tangan.

Baca Juga:

3. Pikiran

Iya, kayaknya "fun" yang dimiliki seolah memudar. Soalnya tiap hari kebanyakan mikir duit kerja duit kerja. Hahah. Ada sih waktu sengggangnya. Pikirannya seolah jadi "flat" nggak se seru sebelumnya.

4. Waktu cepat berlalu 

Karena kerja dll, kita merasakan waktu yang tanpa sadar berputar cepat. Kita seolah tidak menikmati semua yang ada.

Mungkin itu kali ya beberapa hal yang aku bilang menua. Tapi, terkadang bisa kebalikannya lho. Meskipun penampilan menua, tapi energi yang terpancar lebih sehat dan bergairah. Nggak tahu kenapa. Makanya banyak juga ya orang Jepang yang sudah berumur tapi masih sehat dan kelihatan lama"menua", tapi tidak ringkih dan sakit sakitan. Kontras banget dengan di Indonesia. Kalo udah tua tuh, kelihatan sekali tidak bugar dan ringkih, bahkan sering sakit sakitan. 


Selama di Indonesia, aku merasakan waktu lama sekali berputar. Tapi, badan terasa nggak bugar. Kayaknya tuh sakit sakitan. Tapi perasaan senang dari hati selalu ada. Mungkin karena selalu berasama keluarga kali ya, jadi ada perasaan aman yang tidak bisa dideskripsikan. Makanya muda selalu.


Udahlah, sepertinya otak dan tangan yang mengetik udah nggak singkron. hehehe.


Intinya dimanapun kalian berada, nikmatilah waktu yang ada dengan hal yang bermanfaat. Soalnya jika kita mengenang masa lalu, kita bisa bilang: Aku bahagia! Entah tua atau muda.

0 Response to "Menua di Jepang Memuda di Indonesia"

Post a Comment

Biasakan berkomentar yang santun

Recent Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel