Kebiasaan Naik Sepeda di Jepang - Fujiharu.com
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kebiasaan Naik Sepeda di Jepang

Fujiharu.com - Apa yang kamu pikirkan jika ada seorang pria atau wanita yang rapi, berjas dan naik sepeda? Aneh? Atau orang tersebut kurang mampu dari segi finansial? Haha Banyak pikiran yang akan bergelayut terkait hal itu. Tapi, jika kita melihatnya dari sudut pandang orang Indonesia, mungkin aneh dan terkesan dipaksakan. Malahan akan berfikir, Kenapa sih orang itu? Nggak ada duit? Jika kita liat dari sudut pandang orang Jepang, justru hal tersebut lumrah, biasa. Kok bisa? Iya.... aku sering melihat orang rapi berjas baik wanita ataupun pria naik sepeda ke kantor. Kenapa dengan orang Jepang tersebut ya? Apa menyangkut kebiasaan mereka?

KEBIASAAN NAIK SEPEDA DI JEPANG
Source Google
Awal melihat mereka berjas rapi dengan dasi nya adalah ketika aku berada disekitar stasiun. Saat itu aku mengamati orang Jepang yang lalu lalang saat jam kerja. Kok banyak dari mereka yang jalan kaki atau menggunakan sepeda menuju kantor atau stasiun terdekat. Sangat kontras sekali dengan kebiasaan yang aku lihat di Jakarta dan sekitarnya. Kalo di Jakarta masih maklum, karena hampir semua orang berfikir akan gengsi, tapi di desa juga atau kota kecil, jarang sekali melihat seorang rapi berjas pake sepeda. Susah juga kali ya, mungkin kebanyakan pada make kolor (aku banget) Kesannya tuh gimana gitu. Aneh! Itu yang aku rasakan awalnya.

Baca Juga:

Bayangan aku: Seorang yang berjas rapi adalah seorang yang banyak duitnya, keren dan sangat berkelas sekali. Naik mobil bagus, ya setidaknya pake mobil. Tapi semua pikiran itu diputarbalikan, dibanting sekuatnya, hancur berkeping keping. Banyak dari orang Jepang yang berdasi dan berjas yang jalan kaki atau bersepeda. Awalnya masih kebingungan. Dijelaskan oleh orang Jepangpun masih belum mengerti. Tapi, seiring berjalannya waktu dan aku juga memahami budaya Jepang, hal itu bukan jadi hambatan lagi. Malahan ketika ada seornag Japanese yang berjas dan berdasi, aku sangat senang sekali, karena mereka begitu mencintai lingkungannya dan mencintai badannya, dengan tetap bugar bersepeda. Bayangkan dengan di Indonesia. Aku ke Toko sebelah yang jaraknya 500 meter aja harus pake motor. Kalo aku sih bukan karena gengsi atau capeknya, tapi nggak tahu kenapa kalo jalan itu, seolah orang orang pada ngeliatin, dan aku nggak mau di liatin gitu. Malu. Padahal sok ngartis banget ya. Hihihi


Lalu, ketika balik ke Indonesia, suasana orang yang berjas dan berdasi itu hilang seketika. Disini sama sekali nggak ada orang yang pake sepeda. Hampir semuanya pake mobil, minimal motor. Bahkan, kalo aku melihat ada seseorang, meskipun bukan yang berjas, seorang penjual ataupun yang naik sepeda, aku langsung berfikir. Apa mereka berfikir untuk cinta lingkungan? Apakah itu salah satu program membugarkan badan? Atau karena mereka nggak punya kendaraan lain selain sepeda? Itulah beberapa pikiran yang aku sering lalukan jika melihat seorang yang bersepeda. 

Tapi, jika dipikir pikir, kalo di Indonesia misalnya ada seorang yang berjas dan berdasi naik sepeda, maka orang orang akan sibuk menjudge kok pake dasi naik sepeda? Nggak mampu? Aku yakin, 60 persen mungkin akan berfikir begitu. Soalnya meskipun dia naik sepeda, kok mau banget ditengah cuaca panas yang terik dan juga tata kelola lalulintas kita yang masih kurang bersahabat untuk para pejalan kaki ataupun sepeda masih aja menggunakannya.

Kebiasaan orang Jepang yang jalan kaki dan naik sepeda memang sangat khas. Mungkin hal ini masih aku rasakan ketika aku masih duduk dibangku SD, sekitar tahun 90 an. Saat itu hampir semuanya menggunakan sepeda untuk beraktifitas. Bahkan, sepeda merupakan barang mahal yang digunakan seseorang untuk melakukan aktivitas diluarnya. Sekarangpun masih ada beberapa anak sekolah yang mengunakan sepeda ke sekolah, tapi bisa dihitung jari. Daerahku yang tidak kota saja hampir semua orangnya menggunakan sepeda motor, meskipun untuk sekolah, Apalagi kerja.

Kira kita, kapan ya di Indonesia bisa melihat seorang yang berjas dan berdasi lalu naik sepeda? Atau itu hanya sebuah mimpi? Semoga tidak. Karena kebiasaan naik sepeda itu bagus, kayaknya patut dicontoh. Sudah siap ke tempat kerja naik sepeda? Tidak...... jauh banget soalnya. Dari tempat ku ke tempat kerja itu jaraknya 10 km, kalo naik sepeda, gempor duluan. Hahaha.
Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

Post a comment for "Kebiasaan Naik Sepeda di Jepang"