Review Sementara: Nikmatnya Bangun Pagi, Tahajud, Subuh dan Dhuha, Meskipun Telat Banyak Manfaat

Fujiharu.com - Setelah metime yang aku gunakan untuk menonton film, browsing, dan tidur tiduran, saatnya aku bangkit dan kembali beraktifitas, meskipun belum kerja. Dengan semangat baru aku harus mengisi hal yang positif sampai saatnya tiba. Kegiatan yang aku lakukan dan masih hangat adalah membaca buku. Buku adalah satu hal yang aku senangi sejak SD sampai sekarang. Kalo sekarang sebenarnya agak berkurang karena lebih condong baca di Google. Memang beritanya belum tentu benar atau salah, tapi jadinya lebih banyak mencari hiburan berupa informasi. Nah, membaca buku ini harus aku galakkan kembali karena dengan membaca buku, aku lebih gampang untuk berimajinasi. Ingat waktu anak anak, seneng banget kan berimajinasi? Waktu yang aku habiskan juga lebih positif karena memberikan nutrisi otak agar tetap awas. Buku yang menjadi target bacaan kali ini adalah Nikmatnya Bangun Pagi, Tahajud, Subuh dan Dhuha karya Fadlan al Ikhwani. Buku ini baru satu kali aku baca dan mungkin sekitar 40% aku telah membaca dalam sehari. Semoga nanti bisa segera menyelesaikannya.

Review Sementara: Nikmatnya Bangun Pagi, Tahajud, Subuh dan Dhuha, Meskipun Telat Banyak Manfaat

Ini adalah pengalaman yang langsung aku praktekkan dari buku yang telah aku baca. Isi dari buku Nikmatnya Bangun Pagi, Tahajud, Subuh dan Dhuha sebenarnya pernah aku baca sebelumnya dari buku lain atau mendengar dari ustadzku. Tapi karena lupa atau saking banyaknya hal hal buruk di aku, informasi itu tertimbun lama. Hehe. Pengalaman ini tentunya masih jauh dari bagus, karena akupun baru mempraktekkannya. Isi artikel juga aku combined dengan cerita pengalaman ustad lain.

Baca Juga:

Bangun pagi adalah keharusan bagi umat Islam. Kenapa harus? Karena kita akan sholat shubuh kan? Nah ternyata bukan hanya karena kewajiban sholat shubuh aja, tapi seharusnya kita harus merasa butuh dengan adanya sholat malam mini. Kalo kamu sholat karena apa? Butuh atau kewajiban? Jujur aku masih kewajiban, tapi semoga secepatnya aku merasakan kebutuhan untuk sholat.

Informasi yang sering aku tahu dan dipaksa adalah ketika aku berada di masjid pada pagi hari, ustadzku melarang kita untuk tidur sehabis shubuh. Aku nggak ngerti apa alasan yang melarang beliau utuk kembali tidur setelah shubuh. Akupun menganggapnya hanya sekedar biar kita nggak kesiangan atau lupa untuk mengerjakan aktifitas lain. Ternyata, nabi Muhammad SAW melarang kita tidur karena nanti kita bisa miskin. Rejeki itu katanya lebih banyak diberikan pada pagi hari. Banyak waktu barokah pada pagi atau seperempat mala mini. Pantesan. Meskipun ngantuk, usahakan kita untuk tetap bangun. Gunakan waktu mengantuknya untuk berolahraga agar kantuk hilang. Karena begitu banyak manfaat jika kita bangun pagi dan mengerjakan segala halnya daripada bangun kesiangan. Disamping secara sosial nggak bagus, kita juga merasa tidak terburu buru dengan segala sesuatunya.

Banyak sekali CEO dunia yang muslim maupun yang non muslim bangun pagi. Bill Gate, Pemilik Virgin Air juga hanpir semuanya bangun pagi. Karena mereka bisa mengerjakan apapun dengan lebih focus jika mengerjakannya pagi hari.

Ada beberapa saran dari seorang ulama besar bahwa jika ingin menghapal, maka lakukan dipagi hari, jika ingin menulis maka lakukan di siang hari. Jika ingin mengulang, maka lakukan dimalam hari. Wah….pas banget ya. Aku dulu pernah melakukannya ketika masih jaman SMP, SMA dan kuliah. Sehabis shubuh, aku biasanya membaca buku apapun setelah mengaji. Siangnya belajar dikampus, lalu malam sebelum tidur aku mengulang pelajaran. Hasilnya, aku nggak perlu repot repot belajar saat ujian karena ya udah belajar, meskipun nggak selalu bias saat ujian. Mungkin waktu terbaik saat di SMA dan SMA.

Review Sementara: Nikmatnya Bangun Pagi, Tahajud, Subuh dan Dhuha, Meskipun Telat Banyak Manfaat
Pexel

Lalu bagaimana hasil pengalamanmu hari ini? Semalaman aku baca bukunya lalu ketiduran, karena dikepalaku selalu berucap bahwa aku ingin sholat malam dan bangun tidur dengan lebih fresh, benar saja, aku bangun jam 4 an, tapi karena masih ingin tidur, aku telat bangun sekitar jam setengah 6. Sangat telat sebenarnya, tapi aku langsung tidak tidur lagi. Aku membaca buku kembali dan membuka buka informasi di internet. Aku paksa untuk tetap tejaga dan memang banyak sekali hal hal yang didapat. Contohnya waktu baca. Biasanya ketika shubuh jam 5 atau setengah lima, aku lembali tidur dan bangun jam 9 atau sepuluh. Setelahnya aku nggak terasa bugar. Berbeda dengan hari ini. Semoga semakin aku tahu dan membaca buku Nikmatnya Bangun Pagi, Tahajud, Subuh dan Dhuha, aku semakin memperbaiki diri dengan baik. Amin.

Semoga kalian juga bisa mengambil manfaat bahwa bangun pagi itu menyehatkan dan memberikan waktu lebih buat kita. Apapun yang kita mau bisa dilakukan dengan lebih focus jika dilakukan dipagi hari.

0 Response to "Review Sementara: Nikmatnya Bangun Pagi, Tahajud, Subuh dan Dhuha, Meskipun Telat Banyak Manfaat"

Post a Comment

Recent Articles

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel