Pet Sematary 2019, Film Horror yang Biasa!

Fujiharu.com - Film remake horror tahun 1989 ini berjudul sama: Pet Sematary, bercerita tentang pemakaman kucing. Tapi ada yang aneh jika kita menguburkan jasad apapun di tanah ini. Keanehan apa yang dirasakan? Apakah film ini menakutkan? Menegangkan? Kalo aku sih biasa, nggak tahu kalo mas Anang. Hihi (jadi ingat Indonesian Idol).


Melihat dan mendengar judulnya, aku merasa agak aneh. Sematary? Kok mirip Cemetery yang artinya kuburan. Tapi kok salah sih? Masa sekelas film Hollywood salah begini? Dan, aku langsung googling saat itu juga. Benar aja, langsung kata sematary merujuk pada dua hal. Cemetary yang artinya kuburan dan Pet Sematary, kuburan hewan, film tahun 1989 yang pernah ditayangkan. Penjelasan kata ini juga ada di adegan filmnya, katanya ini karena anak anak yang selalu salah dalam menuliskan cemetery (kuburan).

Review

Menurut IMDb, hasil review yang diberikan adalah 6,1 dari 10. Nilainya biasa banget ya. Hal ini berbanding lurus sih dengan pikiran aku juga ketika selesai menonton film ini. Awalnya akan menemukan adegan menegangkan dan horror yang membuat kaki dan tangan harus ditarik kuat saking ngerinya. Tapi, hal itu hanya membuat kaget artau menarik kaki sesaat. Makanya aku bilang biasa. Mungkin penonton lain juga merasakan hal yang sama dengan review ini.

Pet Sematary 2019, Film Horror yang Biasa!

Cast

Nama nama yang ada di film ini nggak begitu aku kenal. Ya ada sih satu muka yang aku kenal: John Lithgow, sosok tua yang berteman dengan actor cilik yang berperan sebagai Elie. Sisanya nggak begitu kenal. Aku mau nonton di film ini karena nama besar Stephen King, seorang novelis yang terkenal dengan horornya. Karena katanay film ini dibuat berdasarkan dari novel yang sama, aku pikir rasa horor yang dibawa akan lebih kena, tapi ternyata kurang. Meskipun mereguk keuntungan sekitar USD 100 juta dari budget sekitar USD 20 juta, aku pikir masih belum bagus.

Baca Juga:

Plot

Louis Creed, seorang doktor dari Boston beserta keluarga kecilnya: istri, anak perempuan dan bungsu laki lakinya beserta kucing peliharaan (church) pindah ke kota kecil pedalaman agar hidup lebih tenang. Kota kecil ini akan menjadi tempat tugas baru bagi dokter Louis untuk kedepannya. Di kota kecil ini juga dia telah membeli properti sebuah pekarangan dan juga rumah yang sangat luas. Dalam pekarangan tersebut, ada sebuah kuburan hewan.

Suatu ketika, kucing Elie yang bernama church tertabrak dan meninggal. Hal itu diketahui oleh tetangganya. Tetangga dan ayah Elie menguburkannya pada malam hari agar Elie tidak melihatnya. Jika dia melihatnya, maka dia pasti akan shock dan bersedih. Namun, ketika akan menguburkan kucing tersebut, tetangga dokter Louis menawarkan bahwa jika Elie tahu bahwa church menginggal, pasti dia akan sedih. Karena nggak mau melihat Elie bersedih, dia mengajak dokter Louis ke pedalaman hutan dibelakang pekarangan kuburan hewan. Tempatnya cukup jauh, harus melewati rawa dan juga naik bukit. Di atas bukit itulah kucing yang bernama church dikubur.

Pagi harinya sungguh membuat kaget dokter Louis. Dia kembali melihat church hidup, cuma kini terlihat lebih kotor. Elie sangat senang melihat church kembali, yang sebelumnya dikira menghilang. Cuma ada keanehan. Church kini agresif dan mencakar Elie tanpa ragu. Disinilah horor mulai dirasakan. 

(Spoiler Alert) Elie merayakan ulang tahun beserta keluarga di tempat barunya. Tanpa disangka, dia tertabrak oleh truk dan tewas seketika. Seluruh keluarga berkabung karena kejadian ini. Ibu Elie dan adiknya untuk sementara dipulangkan ke kota besar, ke rumah mertuanya. Namun, dokter Louis tetap di rumah barunya dengan alasan akan mengurusi semua hal terlebih lebih dahulu untuk kepindahan. Saat sepi melanda, dokter Louis teringat tentang church yang hidup kembali. Diapun mempunyai ide untuk menghidupkan Elie kembali dengan membongkar kuburannya, lalu menguburkan kembali di tempat kuburan yang dulu church pernah dikubur dan bangkit kembali. 

Apakah Elie akan kembali hidup bahagia bersama dokter Louis? Atau justru tetap mati? 

Sebenarnya cukup bagus sih dari segi pengambilan gambarnya. Cuma, efek kaget, perasaan cemas, tertekan kurang aku rasakan dari film horror ini. Endingnya juga hampir sama dengan film film horror lain yang menyimpan teka teki. 

Aku yang menonton dengan kakak juga cukup bertanya tanya dengan beberapa adegan yang ada.

1. Kenapa ibunya Elie selalu takut dengan masa lalunya? Hubungannya dengan film apa? Jika terlalu banyak misterinya, jangan ditonjolkan karena akan membingungkan film Pet Sematary.

2. Hubungan antara Pet Sematary dengan isi film nya masih kurang terasa. Aku ingin diperjelas bahwa misalnya dikuburkan di kuburan hewan ini maka akan hidup kembali. Lalu, hubungan trailer anak anak memakaikan topeng itu apa? Kesannya ada semacam sekte gelap atau apa gitu. Ternyata hanya hiasan yang nggak berarti.

Semoga resensi ini sama isinya dengan pikiran kamu ya. 

0 Response to "Pet Sematary 2019, Film Horror yang Biasa!"

Post a Comment

Recent Articles

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel