Godzilla: King of the Monsters Kurang Bagus

Fujiharu.com - Ketika ada penayangan perdana Godzilla: King of the Monsters di bioskop dekat rumah, aku begitu excited untuk menontonnya. Maklum, film King of the Monsters, ada hubungannya dengan cerita monster yang aku suka, juga efeknya yang sudah pasti nggak diragukan lagi. Meskipun bagus dari segi efek film, tapi dari ceritanya nggak bagus. Big No. Agak menyesal juga sih ketika aku menontonnya.

Film King of the Monsters,  menjadi satu dari beberapa deretan film yang membuat aku harus tidur di bioskop. What? Iya, aku sampai tidur dan nggak peduli uang yang aku keluarkan untuk menonton. Cerita filmnya sungguh membosankan. Bahkan, nggak terpikir sama sekali untuk menanyakan bagian apa yang telah aku lewatkan sepanjang film. Pendapat aku juga dibenarkan oleh anggota keluargaku yang menontonnya.

Nonton bioskop merupakan hal yang paling aku suka. Ruangan gelap, luas, layar lebar dan audio yang bagus menjadi point yang aku suka saat menonton. Kesannya film hanya diperuntukkan untuk kita sendiri dan juga dimanjakan dengan layar yang sangat besar. Tapi, kalo filmnya nggak bagus, nggak berpengaruh samasekali.

Baca Juga:

Ketika aplikasi TIK id memberikan diskon 50% untuk siapapun yang menonton di tanggal 29,30,31 Mei, aku langsung mengajak keluargaku untuk menontonnya. Disamping lebih hemat, aku juga bisa nonton bersama keluarga. Niat baik ternyata nggak sesuai. Ketika akan membeli, justru kita kehabisan kuota 50%, makanya beli di bioskop langsung dengan harga cukup mahal perorangnya Rp. 40.000. 

Meskipun cukup mahal, aku nggak masalah karena bisa nonton film di bioskop kesayangan. Tapi, ternyata film Godzilla: King of the Monsters nggak sesuai yang dibayangkan. Cerita yang mereka berikan nggak sesuai. Sangat lemah menurut aku.

Plot

Godzilla: King of the Monsters bercerita tentang Dr Emma yang bisa membuat alat ORCA, alat yang bisa menjadi pemicu munculnya monster purba yang tertidur. Ketika satu monster yang bernama Ghidorah bangun, makhluk lainnyapun bereaksi dan ikut terbangun juga. Monster monster menyerang penduduk bumi dengan brutal. 

Godzilla muncul sebagai penolong umat manusia. Godzilla bertarung dengan Ghidorah, tapi karena kalah, Ghidorah berkuasa dibumi.
Maaf. Aku nggak bisa melanjutkan ceritanya. Banyak sekali hal hal yang ngak masuk akal, tapi tetap dijalankan. Aku merasa, Dr. Emma seperti Thanos. Hihi.

Cast

Meskipun cast yang ada di film ini sungguh banyak yang piawai dalam beracting: Kyle Chandler, Vera Farmiga , Millie Bobby Brown, Ken Watanabe, Zang Zi Yi dan lainnya seolah nggak mempunyai efek sama sekali. Bahkan, hampir semua karakter nggak ada yang menonjol. Kesannya flat to flat.

Kesuksesan

Menurut perkiraan banyak kritikus, film ini akan menghasilkan lebih dari USD 350 juta lebih karena film ini katanya pantas dan bagus dari segi efeknya. Tapi, kalo mereka menonton dan tahu filmnya seperti apa, maka menurut aku pasti sama akan kecewanya. 

Bagi kalian yang ingin menonton bioskop, lebih baik nonton film selain King of the Monsters,  agar nggak kecewa seperti aku.

0 Response to "Godzilla: King of the Monsters Kurang Bagus"

Post a Comment

Recent Articles

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel