Lebaran 2019 di Kampung

Fujiharu.com - Lebaran 2019 telah kita lalui pada Rabu, 5 Juni 2019 lalu. Bagaimana yang kamu rasakan? Biasa saja? Lebih seru puasa? Atau justru sangat menyenangkan karena ketemu keluarga dan sanak saudara di kampung halaman?

Lebaran 2019 di Kampung

Lebaran tahun 2019 ini harusnya aku lebih mensyukurinya karena aku bisa lebih banyak waktu dengan keluarga dirumah. Tapi, kok yang aku rasakan justru rasa bosan yang berkepanjangan. Apakah ini karena efek aku yang nggak bekerja dan hanya blogging berhari hari? Bukannya blogging juga mirip dengan bekerja, hanya berada dirumah? 

Baca Juga:

Setelah aku keluar dari pekerjaan lama sebagai interpreter di daerah Tangerang, aku kini hanya fokus pada membangun blog agar semakin bagus dan bisa di cium mesra sama google adsense. Meskipun mendapat cipratan rejeki sebagai publisher, aku masih belum bisa mendapatkan sesuai yang aku minta. Saat ini banyak berdoa dan berusaha agar blog ini semakin berkembang dan lebih baik.

Kembali lagi ke liburan lebaran 2019. Setelah melakukan perjalanan mudik bersama keluarga ke kampung halaman, ternyata efek kangen dan rindunya hanya sebentar. Haha pasti ada aja disaster atau bencana yang tak terduga datang.

Beberapa bencana yang aku hadapi di lebaran ini mungkin sama seperti yang dirasakan semua orang diluar sana.

1. Udah kerja?

Hahaha aku kini menganggur setelah sebelumnya bekerja. Karena nggak kerja, duit aku pastinya berkurang dan nggak banyak. Mau jalan juga harus memikirkan terlebih dahulu. Ntar kalo duit habis gimana? Dan banyak sekali yang bilang kamu kerja dimana? Nggak kerja. Terus mata mereka kayak juling gitu. Kesel juga sih. Mungkin mereka nanya biasa aja, cuma aku kesel aja. Biasanya aku bilang lagi liburan. Hahaha

Lebaran 2019 di Kampung

2. Udah Nikah?

nah ini sepaket nih dengan udah kerja belum? Pas aku jawab belum, kayaknya aku merasa jadi orang yang paling menyedihkan sekampung tersebut. Soalnya lihat orang yang berseliwearn dengan pasangan, bahkan banyak sekali muka muka baru yang terlihat (kayaknya mereka telah berpasangan). Lalu kapan giliran aku? Jawaban yang aku berikan ketika ditanya ini adalah: Belum; cariin dong! 

Mungkin saat ini aku hanya ditanya pertanyaan itu. Tapi, aku beberapa kali juga dengar tentang beberapa obrolan, seperti udah punya anak belum? Nggak nambah? Kok gendutan ya sekarang? Dulu nggak segelap ini deh kulitnya, Udah punya rumah? Grrrrr Gila ya tuh orang. Pada kepo banget. Kata Taylor Swift, You need to Calm Down, you are being too loud!

Tapi, ya anggap aja semua itu adalah bentuk rintangan receh yang harus kita hadapi, meskipun yang receh kadang pedih. Haha.

Kegiatan aku juga lebih banyak tidur dan diam. Haha udah kayak kebo. Tapi, ya aku anggap sebagai waktu off aku aja setelah bekerja sebelumnya yang nggak karuan jam kerjanya. Toh, setelah kembali ke Bekasi, aku akan kembali beraktivitas dengan giat dengan bloggingnya. Kayak saat menulis artikel ini.

Lebaran 2019 di Kampung
Mata bengkak

Karena aku malas untuk jalan jalan, aku lebih banyak menonton film yang telah aku siapkan di Samsung s9+ baru aku! heheh sok banget ya menyebutkan gadgetnya. Nggak sombong, hanya aku bangga aja menyebutkannya karena aku bisa dapat handphone tersebut dengan uang hasil kerja kerasku sebelumnya. 

Film serial yang telah aku lahap adalah The Big Bang Theory season 11 dan Stranger Things season 1. Untuk film lainnya adalah Fantastic Beast 2, Conan, Halloween dan Boruto.

Karena kerjaan aku yang hanya menonton, maka beberapa anggota keluargaku mempertanyakan tentang aku yang hanya mengangur tersebut. Emang nggak ada kerjaan?

Kegiatan Lebaran

Sehari sebelum lebaran, aku kena penyakit mata. Ini akibat aku ketularan oleh keluarga paman aku. Sebelum aku datang, mereka terkena penyakit tersebut. Mata bengkak, belekan dan berair terlihat dari mata mereka. Sehari dua hari aku nggak tertular, eh sehari mau lebaran, aku kena. Mata gatal dan cukup sakit. Alhamdulillah setelah diobati dengan obat tetes mata insto yang dry eyes, akhirnya sembuh sekitar 3 hari setelah raya. Cuma kan jadi malu pas jalan untuk silaturahmi ke keluarga lainnya.

Sepulang sholat ied, aku langsung salam salaman dengan nenek tercinta dan keluarga paman, lalu makan ketupat. Karena dikeluargaku nggak ada sungkeman, aku biasanya hanya nonton TV atau duduk di beranda. Biasanya ada beberapa orang yang akan datang ke rumah nenekku. Aku sekalian nebeng silaturahmi. Kebetulan nenekku merupakan seseorang yang cukup tua di desa, jadi banyak yang berkunjung.

Setelahnya aku diajak keluarga paman lain untuk berkunjung ke saudara. Tapi, itupun hanya sebentar karena aku kembai balik ke rumah paman terakhir. Katanya mereka akan ke keluarga bibi aku yang ada di kuningan, jadi akan menginap dan aku diminta menemani nenek di rumah.

Sore hari, aku dan keluarga lain berziarah ke anggota keluarga yang telah meninggal. Satu orang yang sampai sekarang membuatku sedih dan selalu menitikkan air mata adalah kakek dari ayah. Aku dininabokokan dia semenjak bayi, makanya aku sangat sayang padanya. Kata kata yang sampai sekarang masih terngiang adalah sarannya ketika aku masih mahasiswa.

"Kakek nggak bisa support banyak berupa uang, tapi akan selalu diusahakan. Jangan lupa juga untuk selalu sholat 5 waktu"

Kata kata itu selalu mengena. Bahkan jika aku ngaji surat yasin, tanpa sadar aku akan menangis. Surat itu adalah surat kesedihan bagiku. Selama kakek meninggal, aku selalu mengaji dnegan surat itu hampir setiap malam. Mungkin karena rasa sedih yang kuat dan aku barengi dengan ngaji surat yasin, maka setiap baca surat yasin, bulir air mata akan selalu mengalir. Ini terjadi secara otomatis. Jika berziarah, aku akan menangis jika mengingat itu.

Di lebaran ini juga terjadi drama keluarga. Niat kita semua sih baik, cuma beberapa orang menanggapinya kurang baik bahkan mengeluarkan kata kata yang kurang pantas, jadinya ya drama terjadi. Semoga bisa baikan lagi. Namanya juga keluarga, pasti ada percik percik konflik. Kita saling jaga mulut aja. Jika nggak bisa kontrol lebih baik diam.

Karena kelamaan di kampung, kayaknya aku bulukan dan lumutan. Makanya aku ingin segera beraktifitas kembai di Bekasi dengan blog dan juga pastinya internet cepat. Di kampung halaman, aku merasakan sinyal yang putus putus. Bahkan terkadang nggak bisa dapat sinyal. 

Alhamdulillah kini aku telah kembali beraktifitas dan bisa memulai blog aku dengan ide ide yang aku dapatkan selama di kampung. Semoga istirahat yang aku dapatkan dikampung dan doa doa dari bebrapa orang menjadikanku lebih baik lagi. 

Oh iya, aku juga mengucapkan :

Selamat idul Fitri, Mohon Maaf lahir Batin.

Semoga kita bisa bertemu ramadhan lagi dan bisa berlebaran di kampung halaman bersama keluarga dan sanak saudara.

0 Response to "Lebaran 2019 di Kampung"

Post a Comment

Recent Articles

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel