Contoh Pertanyaan Interview dalam Bahasa Jepang

Fujiharu.com - Apakah yang harus kita persiapkan jika menghadapi wawancara kerja dengan menggunakan bahasa Jepang? Lalu jika kita nggak bisa bahasa Jepang akan menjadi masalah? Inilah beberapa contoh pertanyaan yang biasa aku dapatkan ketika aku melamar pekerjaan, baik interview dengan orang Jepang ataupun dengan orang Indonesia. Aku juga akan sisipkan beberapa cerita ketika aku interview di Jepang.

Contoh Pertanyaan Interview dalam Bahasa Jepang
Pixabay

Bekerja adalah impian setiap orang yang telah menempuh pendidikan setelah SMA atau kuliah. Tujuannya bermacam macam. Ada yang mengumpulkan uang untuk biaya hidup, biaya keluarga, biaya sekolah, wirausaha, jalan jalan, bahkan membeli gadget baru. 

Gaji di perusahaan otomotif Jepang

Perusahaan yang menawarkan gaji cukup besar salah satunya adalah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif. Kenapa aku bisa berasumsi begitu? Bisa aja perusahaan selain otomotif lebih besar gajinya? Bisa jadi, aku juga bilang salah satu yang memberikan gaji besar. But, based on my experience, the big salary that i got was coming from otomotif company. 

Kok tahu gajinya lebih besar? Soalnya aku juga pernah interview dengan perusahaan Jepang yang bergerak di bidang tekstil di daerah Purwakarta atau Subang. Gaji yang diterima sangat kecil, cuma 1.200.000. HRD nya beranggapan bahwa karena aku masih belum ada pengalaman kerja (sebelumnya hanya menjadi pengajar), dan bisa jadi akan naik setiap tahunnya.

Aku kaget. 1,2 juta? Gaji aku yang dari mengajar di sekolah dan  memberi les murid aja lebih dari itu. Maaf, aku langsung menolaknya.

Baca Juga:

Setelah itu aku ikutan tes dan interview di beberapa perusahaan otomotif Jepang di Karawang dan Cikarang. Tahu gaji yang mereka tawarkan saat itu? Entry level nya adalah 3,8 juta. Belum termasuk bonus, makan, transportasi, dll. Saat itu interview tahun 2013. Kalo sekarang mungkin naik lagi ya, soalnya UMR setiap daerah bagi yang SMA aja lebih dari 3,2 juta (tergantung).

Karena asumsi bahwa perusahaan otomotif Jepang lebih baik gajinya, maka aku selalu mencoba di perusahaan Jepang, meskipun nggak lama juga kerjanya.

Interview dengan orang Jepang dan Indonesia

Selama interview di beberapa perusahaan, aku biasanya berhadapan langsung dengan HRD atau Japanese client langsung. Bahasa yang aku gunakan tentu saja tergantung client kita yang minta. Jika mereka meminta bahasa Inggris, maka aku akan menggunakanya. Jika ingin mengetahui seberapa jauh bahasa Jepang aku, maka aku juga berusaha mengucapkannya. 

Jarang sekali aku menggunakan bahasa Indonesia jika interview di suatu perusahaan otomotif Jepang. Interview terakhir aku juga menggunakan bahasa Jepang Inggris dengan direktur dan wakilnya. Jika nggak bisa, maka aku akan langsung menggantinya dengan bahasa Inggris. 

Bagi kamu yang akan bekerja di Jepang, sebaiknya kamu bisa bahasa Jepang agar mempermudah komunikasi, minimal level N5 bahasa Jepang. Setidaknya ketika ditanya tahu siapa namamu, umur dan asal tepat tinggalmu. Jika belum, coba dengan bahasa Inggris, jika Japanese nya bisa. Jika nggak, ya wasallam.

Meskipun misalnya kamu diterima, mungkin pekerjaanya lebih mengutamakan tenaga. Its ok, The importance is halal job. Right?

Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan yang aku terima selama interview dengan orang Jepang:

1. Ceritakan tentang anda!

Dibagian ini, kamu akan diminta untuk mengenalkan diri, usia dan juga asalmu. Kamu bisa juga menceritakan tentang sekolah atau pekerjaanmu yang sebelumnya.

Ingat, ketika kamu menceritakan tentang sejarah kecilmu, kamu harus bersemangat ya, soalnya kamu sedang "menjual" diri kamu.

2. Saat ini kegiatannya apa?

Jika kamu masih bekerja, ceritakan bahwa kamu masih bekerja di perusahaan A. Lalu ceritakan juga alasan kenapa berencana pindah. Usahakan obrolanmu memberikan citra positif pada orang Jepang atau Indonesia nya. 

Oh iya, biasanya jika kamu nggak bisa bahasa Jepang, akan ada interpreter yang akan membantumu untuk menceritakan maksud yang kamu inginkan pada mereka.

3. Jika nanti diterima di perusahaan kami, apakah bersedia ditempatkan pada bagian lain?

Meskipun kamu daftar menjadi sales marketing, lalu mereka berkata demikian, bilang aja kalo kamu mendaftar untuk sales marketing. Usahakan juga tidak menutup kemungkinan kamu bisa ditempatkan di bagian lain asalkan diberi waktu untuk belajar.

4. Apakah kelemahan anda? 

Pertanyaan ini terkadang bumerang bagi kita. Mereka meminta kita menyebutkan hal negatif dari kita. Jawaban kita bagaimana? Nggak perlu jujur 100% kayaknya deh, soalnya kalo jujur banget, justru mereka nggak mau kita lagi. Heheh bukan bermaksud untuk bohong ya. Sebutkan aja hal negatifmu dan nilai postifnya. 

Misal kamu menjawab pemalu sebagai kelemahan, tapi karena pekerjaan, biasanya rasa malu akan tertutupi. Sebisa mungkin negatif menjadi positif.

5. Apakah kelebihan anda?

Ini kebalikan dari pertanyaan no 5. Berikan hal positif, tapi nggak perlu vulgar juga. Nanti dikira sombong banget. Misalnya kamu bisa 4 bahasa, multitasking, office kategori advance, dan pengalaman bekerja di bidang yang sama selama sekian tahun yang menandakan kamu seorang yang mampu.

Kesan positif akan memberikan interviewer sudut pandang baru dan beda pada kamu. Mereka akan mempertimbangkan hal lainnya.

6. Kenapa melamar posisi ini?

Jika kamu tahu kenapa melamar posisi lowongan, maka segera jawab dengan yakin dan percaya diri. Misal kamu berpengalaman di bidang tersebut dan kamu akan bisa memberikan nilai positif pada perushaan jika mereka memberikan kesempatan kepadamu.

Jika kamu nggak tahu, bilang aja bahwa kamu mendapat informasi lowongan dari seseorang yang meminta kamu datang terlebih dahulu, lalu langsung cek secara langsung. Ada kok yang seperti ini. Akan lebih baik jika kamu juga chit chat dengan pelamar lain agar mendapat gambaran. Kan kita juga bisa menambah teman baru juga.

7. Kenapa berhenti dikerjaan lama?

Pertanyaan ini terkadang menjebak. Kita seolah diberi label orang yang nggak loyal pada perusahaan lama. Bilang aja alasan kamu berhenti, misalnya rumah terlalu jauh, gaji yang tidak sesuai, jam kerja yang tidak pas. Tentunya hal yang masuk akal. Soalnya jika nggak masuk akal, maka mereka akan menilai kita negatif.

Aku pernah menerjemahkan orang Jepang saat recruitment. Kebetulan calon pekerja sering keluar pekerjaan dari beberapa perusahan sebelumnya. Hampir setiap 1 atau 2 tahun pindah. Japanese kira bahwa orang ini nggak bagus karena sering keluar pekerjaan. Nyatanya? Nggak begitu. Ketika mengobrol langsung, kebanyakan perusahaan yang dia masuki ada yang kebakaran, bangkrut, perusahaan dipindahkan ke lokasi lain, dll. Jadi aslinya orang tersebut bagus.

8. Berapa gaji yang diminta

Jika kamu minta bantuan lembaga pencari kerja seperti JAC atau Selanajaya, maka setidaknya telah memberikan target berapa gaji yang diminta. Jika kurang juga maka masih bisa diskusi.

Jika kamu mau mencari refrensi gaji, maka carilah diinternet kira kira pekerjaan yang akan kamu masuki bergaji berapa. Terlalu tinggi juga nggak bagus jika kemampuanmu nggak sepadan.

Aku pernah dapat perusahaan yang memberikan gaji nggak sesuai dengan yang diminta. Aku mau menolak langsung juga malu, karena belum diterima juga udah minta minta. Tapi, sekarang aku mikir bahwa kita boleh bernegosiasi kok. Saat itu karena malu, aku harus mengiyakan HRD tersebut dengan membrikan gaji yang nggak sesuai dengan beban dan jam kerja aku. Siapa yang rugi? Kita! Makanya negosiasikan.

Saat itu aku bernegosiasi untuk naik, tapi HRD bilang bhwa gaji yang akan aku terima sangat tinggi. Aku berusaha menolak dengan mencari alasan bahwa aku harus ngobrol dengan keluarga, bla bla. Dia tetep kekeuh bahwa harus secepatnya dijawab yang akhirnya aku kalah negosiasi dan mengiayakan gaji yang HRD minta.

Jika kamu masih fresh gaduate yang belum berpengalaman dan menerima gaji cukup, iyakan saja untuk 1-2 tahun mendatang. Jika nggak ada perbaikan, aku sarankan keluar dan mencari perusahaan lain yang memberikan gaji yang lebih pantas. 

Note: Jumlah gaji, pengalaman, pembelajaran, passion, dekat jauhnya lokasi, rasa kekeluargaan bisa mempengaruhi gaji dan keinginanmu untuk bekerja. Contoh yang aku rasakan adalah menjadi seorang pendidik. Gaji memang kecil, tapi karena itu passion aku, seneng aja menjalaninya. Uang banyak bukan jaminan kamu nyaman.

9. Apakah bersedia lembur?

Ini pertanyaan yang sering ditanyakan. Pastinya kita akan mengiyakan. Dengan lembur, kita akan mendapatkan tambahan gaji bukan? Bahkan nilai positif juga dari perushaan. Tapi, ada juga perusahaan yang nggak membayar lembur seseorang karena jabatan atau memang peraturan perusahaannya. Silahkan kamu belajar juga tentang UU tenaga kerja dan buku panduan perusahaanmu. Jika nggak sesuai, silahkan komunikasikan dengan pihak yang berwenang.

10. Anda tahu perusahaan kita?

Pertanyaan ini sering ditanyakan, tapi selama ini aku menjawabnya nggak tahu. Kenapa? Karena ya memang nggak tahu. Aku hanya mengenal bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan otomotif Jepang. Thats it.

Jika kamu ingin meningkatkan kesempatan diterima perusahan yang akan kamu datangi, intip website perusahaan tersebut. Bidang apakah yang mereka kerjakan? Berapa banyak pekerja? Apakah kamu merasakan produknya langsung? Cari tahu tentang perusahaan yang akan mempekerjakan kita.

11. Ada pertanyaan?

Jika ada pertanyaan di ending dari pewawancara, baik orang Jepang atau Indonesia, segera kamu tanyakan. Ya, meskipun bisa jadi basa basi. Pertanyaan ini menandakan kamu tertarik dengan mereka. 

Pertanyaan yang bisa kamu ajukan ke mereka bisa dengan bertanya sudah berapa lama perusahaan berdiri? Hasil interview kapan keluar? Atau misal kamu gugup saat interview, kamu minta maaf karena gugup saat interview.

Itulah beberapa contoh pertanyaan yang pernah aku alami selama di interview oleh orang Jepang atau Indonesia. Semoga dengan adanya beberapa contoh pertanyaan yang telah aku tulis diatas, interview yang kamu lakukan bisa lebih lancar. 

Saran terakhir dari aku adalah selalu berdoa. Kenapa? 

Berdoa adalah senjatanya orang muslim. 

Bisa jadi secara kualifikasi kamu kalah dengan lawan pelamar lain, tapi hasil doa siapa yang tahu, bisa jadi kamu yang terpilih untuk mengisi lowongan tersebut.

0 Response to "Contoh Pertanyaan Interview dalam Bahasa Jepang"

Post a Comment

Recent Articles

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel