Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald Review Indonesia

Fujiharu.com - Masih ingat film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald? Jika masih ingat, bagaimana pendapatmu dengan film kedua dari seri Fantastic Beasts? Bagi aku, nggak tahu kenapa "big No". Review di Indonesia bagaimana ya? Apakah sama dengan yang aku sebutkan (jelek)?
Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald Review Indonesia

Dunia sihir yang diciptakan oleh J.K. Rowling melalui Harry Potter telah menyihir semua mata di seluruh dunia. Buku, film dan aksesoris yang menyertainya bak kacang goreng, laris manis.

Buku dan film yang telah rilis berkali kali memecahkan rekor yang ada. Hal ini pastinya menandakan bahwa semua orang suka dengan ceita yang telah dibawakan oleh J.K. Rowling. Tapi, untuk seri selanjutnya yang berjudul Fantastic Beasts, aku sedikit meragukan. Kenapa? Karena di seri Fantastic Beasts and Where to Find Them dan The Crimes of Grindelwald, rasa excited yang diciptakan saat menonton Harry Potter mulai pudar. Kenapa?

1. Tokoh Utama 

Meskipun tokoh utama yang membintangi installmen 2 seri Fantastic Beast: Eddie Redmayne yang nggak perlu diragukan lagi actingnya, karakter yang muncul nggak begitu kuat. Bahkan terlihat datar.

Baca Juga:

Karakter lain yang bermunculan juga nggak begitu jelas siapa mereka. Apakah pembuat Fantastic Beast berharap bahwa otak penonton film bioskop seperti Hermione yang cerdas? Tolonglah kita yang mempunyai kemampuan biasa layaknya Ron dan Harry. ceritakan siapa mereka dengan lugas.

2. Cerita datar

Film Fantastic Beasts yng pertama masih bisa diacungin jempol karena berusaha keluar dari bayang bayang kesuksesan Harry Potter dan juga membuat bridging cerita sebelum Harry Potter tercipta. Makanya penasaran dengan suguhan cerita yang dibuat, apalagi kita di iming imingi melihat berbagai makhluk yang luar biasa dari dunia sihir.

Tapi, ketika The Crimes of Grindelwald muncul. Aku langsung berfikir, "What the F**k?" Apa yang telah aku tonton? Nggak mengerti sama sekai. Bahkan ketika menonton, aku berkali kali menguap saking membosankannya.

3. Banyak pertanyaan yang muncul selama nonton

Entah karena ingin semua cerita diceritakan atau apa, aku bingung dengan kilmak film dari film ini. Apakah ketika Grindelwald mengeluarkan sihir hebatnya atau apa? Soalnya bagiku terasa datar dan membosankan. 

"Kenapa banyak yang memburu Credence?"

"Siapa dia? Apakah spesial?"

"Nagini itu seorang ular ya?"

"Kontribusi dia selama film buat apa?"

"Aku nonton apa sih?"

Itulah beberapa pertanyaan yang mengemuka selama menonton. Sayang sekali harus mengeluarkan uang sekitar 30 ribu jika hanya seperti ini.

4. Budget

Budget yang dihabiskan untuk film sebenarnya cukup besar: USD 200 juta, dengan menghasilkan keuntungan USD 650 juta. Angka yang sangat besar untuk sebuah film. Jika dibandingkan dengan film yang pertama, The Crimes Of Grindelwald lebih sedikit. Fantastic Beasts yang pertama membukukan hasil USD 850 juta. Angka yang sangat besar bagi film Fantastic Beast pertama.


5. Kelanjutan film

Film Fantastic Beast direncanakan akan terdiri dari 5 film. Tapi, baru dua film aja kurang gereget, apakah sisanya juga akan bagus? Aku berharap akan semenarik film Harry Potter.

6. Hal Menarik

Meskipun hampir isi review kurang bagus, aku cukup suka dengan karakter hewan hewan buas yang muncul di film. Semoga jika tetap berlanjutpun, hewan buas yang menakjubkan lebih banyak ditampilkan di film.

0 Response to "Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald Review Indonesia"

Post a Comment

Recent Articles

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel