Review Habibie & Ainun 3: CGI kurang gereget! - Fujiharu.com
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Habibie & Ainun 3: CGI kurang gereget!

Fujiharu.com - Film liburan Desember 2019 yang pantas ditonton oleh keluarga adalah Habibi & Ainun 3 yang diperankan oleh Reza Rahardian, Jefri Nichol dan Maudy Ayunda. Film ketiga dari seri film Habibi telah rilis sejak 19 Desember 2019 dan saat ini telah ditonton lebih dari 400 ribu orang sejak penayangannya. Diprediksi akan ditonton oleh satu juta lebih penonton Indonesia. Tapi, kok CGI nya agak belepotan ya?


Film ketiga Habibie

Ainun & Habibi 3 adalah film ketiga yang telah dirilis di bioskop Indonesia. Seri pertama adalah Habibie dan Ainun 2012, Rudy Habibie 2016 dan kini Habibie Ainun 3. Film ini menjadi blockbuster sejak kemunculannya pertama kali. 

Habibie & Ainun 3: CGI nya masih kurang greget!
CGV

Pemeran Habibie & Ainun 3

Acting dari Reza Rahardian yang memerankan Habibie patut diacungi jempol karena kepiawaiannya yang luar biasa. Karena kepiawaian itulah dia tetap didapuk menjadi Habibie muda, sampai kini Habibie tua. 

Bahkan, untuk seri ketiga film Habibie, Muka Reza Rahardian harus dimake up sedemikian rupa agar mirip dengan Habibie tua. Sungguh dedidaksi yang keren.

Ainun dewasa sebelumnya diperankan si cantik BCL atau Bunga Citra Lestari. Kini, peran tersebut jatuh pada Maudy Ayunda, sosok muda Indonesia yang berprestasi dibidang acting, penyanyi dan juga akademik.

Perannya sebagai Ainun muda patut diacungi jempol pula. Sangat menjiwai. Aku bayangkan, karir beractingnya akan semakin cemerlang kedepannya.

Jefri Nichol berperan sebagai Achmad, seorang anak dokter yang berkuliah di fakultas hukum. Dia seorang playboy yang sangat mendambakan Ainun sebagai pasangannya, namun sayang, mereka bukan berada di satu halaman buku.

Meskipun Jefri Nichol tersandung kasus narkoba, mukanya masih wara wiri di TV untuk promosi film ini.

Semoga dengan kasus narkoba yang telah didapatkan Jefri Nichol, dia semakin bijak dan menjauhi barang haram tersebut. Aku berharap dia menjadi sosok Reza Rahardian lain yang bertalenta dalam industri film karena kita masih butuh sosok berkualitas dalam film Indonesia. 

Untuk perannya sebagai pasangan Ainun di film Habibie & Ainun 3, aku sama sekali nggak meragukan kualitas actingnya yang bagus. Sangat menantikan film film lain yang akan dihasilkan talenta muda satu ini.

Pemeran lain yang cukup menyita perhatian adalah sosok ibu Ainun yang diperankan Marcella Zalianty. Meskipun jarang melihatnya di beberapa film Indonesia, ternyata acting yang dikeluarkan pada film Habibie & Ainun masih sangat bagus. 

Kurang tertarik

Jujur, meskipun hype film Habibie & Ainun bagus, aku awalnya kurang tertarik karena lebih suka menonton Jumanji The Next Level. Jika menonton film Hollywood yang berbudget besar, kayak ada semacam jaminan akan memuskan mata dan juga telinga. Mungkin posternya juga harus lebih bagus lagi kali ya. Hehe.

Film bagus lain yang juga diperankan Reza adalah Imperfect. Filmnya berbarengan ditayangkan di bioskop kesayangan anda. 

Namun, ketika aku menonton film Habibie Ainun, ternyata sangat bagus, meskipun aku masih kurang sreg dengan efek CGI yang mengiringi Habibie muda. 

Baca Juga: Review film Korea Kim Ji Young Born 1982


Ost Habibie & Ainun 3 kurang nendang

Jika sebelumnya BCL didapuk sebagai penyanyi Ost Habibie dan sukses dengan lagu Cinta Sejati dan selalu merasa merinding jika memnbayangkannya, hal itu kurang terasa. Apa karena baru pertama kali dengar atau memang kurang memorable lagu lagunya.

Sepanjang film, aku menunggu saat ost menguatkan sebuah scene dalam cerita Habibie dan Ainun, tapi sampai akhir film belum terasa. Aku berusaha positif, pasti lagu ini bagus, pasti keren, pasti dikenang, tapi hilang nggak berbekas.


CGI nya nggak keren

Jujur, meskipun ketika mendengar bahwa film Indonesia mulai menggunakan teknologi CGI, aku masih ragu. Apakah bagus? Dulu aku pernah melihat Wiro Sableng, tapi CGI nya masih kurang rapi. Begitupun dengan CGI yang digunakan pada Habibie muda. Untuk muka, aku cukup terkesima melihatnya. Ketika ada scene Habibie muda, tetap masih merasa aneh. Postur Reza Rahardian yang menjadi pendek, tapi nggak seimbang. Ketika dia berjalan dengan teman temannya atau Ainun di scene akhir, terlihat sekali masih kurang rapi dalam pengerjaannya. 

Berharapnya sih jika menggunakan CGI, postur tubuh atau "kemudaan" yang ditawarkan bisa sesuai ekspektasi. Tapi salut sih, soalnya industri film Indonesia semakin bagus dari hari ke hari.

Baca Juga: 8 Playlist Lagu Natal Terbaik

Plot film Habibie & Ainun 3

Film Habibie Ainun 3 lebih menonjolkan kisah Ainun muda yang masuk jurusan kedokteran Universitas Indonesia. Bagaimana dia menjadi dambaan hampir seluruh mahasiswa Universitas Indonesia karena attitude dan juga kepintarannya. 

Bukan hanya tentang kecantikan Ainun yang ditonjolkan, tapi sosok perempuan dalam masyarakat juga ditampilkan dalam permasalahnnya. Buat apa seorang perempuan berkarir? Toh setelah menikah juga pasti akan kembali ke tempat semula: dapur.

Tapi, bukan Ainun jika tidak bisa menampilkan sosok perempuan positif pada dirinya. Meskipun keputusan terakhir Ainun dalam akhir film sangat mengejutkan karena harus merelakan karirnya.

Cerita lainnya adalah bagaimana Ainun bisa bertemu Habibie muda dan juga layaknya anak muda lainnya, berpasangan dengan lawan jenisnya. Ainun muda telah membuat Achmad jatuh hati dengan kepribadian dan kecantikannya. 

Lalu, apakah Ainun memilih Achmad sembari menunggu kedatangan Habibie? Atau tetap setiap dengan keputusannya?

Ada beberapa kutipan indah dalam fim yang saat itu cukup membuatku "into" saat Ainun dengan sedih mengatakan, "Kita ada dalam satu buku yang sama, tapi halaman yang beda".

Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

Post a comment for "Review Habibie & Ainun 3: CGI kurang gereget!"