Review film 'The Lion King' 2019 terlalu realistis - Fujiharu.com

Widget HTML Atas

Review film 'The Lion King' 2019 terlalu realistis

Fujiharu.com - Kamu sudah nonton film The Lion King 2019? Yup, film the Lion King 2019 merupakan remake film animasi tahun 1994 yang berjudul sama. Film animasi Disney The Lion King 1994 sangat sukses dipasaran pada masanya. Bahkan, masih bisa lebih bagus dibandingkan dengan film akhir akhir ini. Film The Lion King 1994 sukses besar dengan meraih pendapatan USD 950 juta. Film The Lion King 2019 sama suksesnya, bahkan meraih lebih dari USD1,6 Milyar. Disamping teknologi yang mumpuni, sokongan dari artis besar seperti Beyonce membuat film ini fenomenal. Tapi, terlalu realistis!


Maksudnya terlalu realistis apa sih? Kan ketika menonton film apapun, kita ingin yang terbaru, bahkan acting mereka harus real, asli, nggak murahan. Kok malahan komplen sih? 

Complain yang aku maksud adalah gambar jadi terlalu realistis karena teknologi yang digunakan terlalu bagus, sehingga kesan lucu Simba dan hewan lain terlalu biasa. Kesannya justru flat ekspresinya. Waduh, sempurna juga salah ya. Hehe.

Tapi, dengan menonton film The Lion KIng 2019, aku penasaran ingin sekali memegang hewan hewan yang ada di film tersebut. Real banget bentuknya.

Teknologi CGI

Film The Lion King 2019 sarat dengan teknologi CGI yang mumpuni. Selama aku nonton film The Lion King 2019 dari awal sampai akhir, sepertinya nggak ada cela untuk teknologi CGI yang digunakan. Semuanya begitu pas, serasi, bahkan aku bilang, sempurna.

Tapi, kesempurnaan juga ternyata berimbas pada ekspresi dari hewan tersebut yang terlalu real. Aku ingin kesan lucu dari beberapa hewan seperti Simba kecil yang cute, manis dan menggemaskan; Zazu yang cerewet dengan ekpresi mata atau cara bicara yang sangat seru. Lalu hewan Hyena yang begitu culas, jahat dan arogan. Beberepa ekspresi yang ditampilkan oleh hewan tersebut terlalu sempurna seperti hewan sungguhan, jadi aku nggak dapat kesan lucu hewan hewan yang ada di The Lion King 2019. Padahal, aku sebelumnya sempat menonton The Lion King 1994 yang menggemaskan.

Memang betul sangat bagus, bahkan semakin bagus, tapi sempurna juga ternyata menjadi kurang bagus ya. Bayangkan jika Zazu seperti yang ada di animasi, pasti lebih kocak dan konyol. Apalagi Timba dan Pumon yang kocak saat berdialog, ditambah dengan ekspresi muka, maka akan semakin lucu.

Nama besar The Lion King

Cast yang ikut dalam film The Lion King 2019 sangat banyak dan luar biasa. Beyonce menjadi pengisi suara Nala dewasa bersama Donald Glover (Simba). Seth Rogen mengisi suara untuk hewan Pumba, babi hutan. Film ini juga di sutradai oleh Jon Favreau.


Dengan adanya deretan artis A list di atas, filmThe Lion King 2019 dipastikan menjadi salah satu film Disney yang menyumbang penghasilan terbesar.

Bahkan, tidak tanggung tanggung, Ost The Lion King 2019 dinyanyikan langsung oleh Beyonce: Spirit. Lagu ini masuk dalam nominasi Ost. terbaik Golden Globe. Namun sayang harus kalah dengan Elthon Jhon. 

The Lion King 2020 juga hanya masuk satu nominasi dalam kategori Best Visual Effects. Beyonce harus gigit jari lagi untuk mendapatkan penghargaan Oscar tahun ini.

Plot The Lion King 2019

Film Lion King 2019 sama persis dengan film The Lion King 1994. Hanya saja, beberapa adegan seperti musical songnya kurang begitu terexplore. Mungkin karena animasi bisa dibuat seaneh dan seextreme apapun ya. Tapi, dari keseluruhan film, The Lion King sama bagusnya.

Simba kecil akan menjadi penerus dari ayahnya yang seorang raja Rimba. Simba kecil sangat tertarik dengan segala hal. 

Ketertarikan ini ternyata disalahgunakan oleh pamannya yang bernama Scar. Dia iri pada ayah Simba dan Simba karena mendapatkan kekuasaan di hutan. Scar menceritakan tentang satu tempat yang hanya bisa diketahui oleh Singa dewasa. Simba sangat tertarik ke tempat tersebut.

Simba bersama Nala pergi melihat tempat tersebut. Namun sangat disayangkan, ternyata itu merupakan tipuan Scar agar Simba dimakan oleh kawanan Hyena. Untunglah ayah Simba datang menolong.

Kelicikan Scar kembali dilakukan dengan menyuruh Simba kecil berada di ngarai sempit dan meminta Hyena mengejar Wildebeest agar memasuki ngarai. Saat itulah Simba kecil dalam keadaan bahaya karena bisa saja dia mati terinjak oleh sekumpulan Wildebeest yang pontang panting dikejar oleh Hyena.

Usaha ini ternyata berhasil. Tapi bukan Simba yang tewas, tapi ayahnya karena berusaha menolong Simba. Saat Simba telah tertolong, ayahnya naik ke bukit, tapi justru dicelakai oleh Scar sehingga jatuh dari tebing tinggi. Bagaimana cerita Simba selanjutnya? Pasti tahu dong.

Baca Juga: Single Baru Beyonce di Ost Film Lion King: Spirit

Bagi yang ingin mendengarkan album di film The Lion King 2019, kamu bisa mendapatkannya di Itunes atau Spotify dengan judul The Gift.

Untuk The Lion King musical sendiri, ada tour date nya lho. Kamu bisa check schedule The Lion King di Broadway.org.

Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

No comments for "Review film 'The Lion King' 2019 terlalu realistis"

Berlangganan via Email