Orang Jepang bertanya Perbedaan 'tidak boleh' dan 'jangan' dalam bahasa Indonesia - Fujiharu.com
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Orang Jepang bertanya Perbedaan 'tidak boleh' dan 'jangan' dalam bahasa Indonesia

Fujiharu.com - Sosial media cukup ramai kertika Jokowi, presiden Indonesia mengatakan bahwa mudik dan pulang kampung berbeda artinya pada sesi wawancara dengan Najwa Shihab. Hampir semua orang pada melongo. Pendukung Jokowi tentu saja mengamini ucapannya. Bagi yang kontra, tentu saja mengernyitkan kening. Mereka semua shock karena baru tahu ada perbedaan arti antara mudik dan pulang kampung. Najwa Shihab juga nggak kalah terkejut lho, sambil mesem pastinya.

Definisi Mudik dan Pulang Kampung apakah beda?

Terlepas dari prokontra tersebut, kalo aku sih melihat bahwa kata mudik dan pulang kampung sama, hanya saja timingnya sedikit beda. Jika mudik sepertinya lebih kental dengan suasana lebaran, sedangkan pulang kampung bisa diartikan atau digunakan kapanpun.

Beberapa orang bahkan melihat kbbi untuk memperjelas arti kedua kata tersebut. Seru juga sih liat sosmed. Mereka memberikan argumennya terkait mudik dan pulang kampung tersebut. Tapi sesuai definisi KBBI, artinya sama lho. Hehehe nggak tahu setelah ini bagaimana ya, apakah ada revisi atau nggaknya.

Baca Juga: Arti Azasu dalam bahasa Jepang

Btw, aku akan pulang kampung lebaran tahun ini, bukan mudik, jadi boleh kan ya? Hehe. Sesuai dengan meme di Tempo berikut.

Apakah perbedaan "tidak boleh" dan "jangan"?

Terkait perbedaan dan persamaan 'mudik', juga 'kampung halaman', aku juga mendapatkan pertanyaan terkait perbedaan antara tidak boleh dan jangan dalam bahasa Indonesia dari seorang expatriat Jepang saat les bahasa Indonesia.

Saat itu ada direktur perusahaan Jepang di Karawang yang sedang les bahasa Indonesia dengan aku, lalu orang kepercayaan dia bertanya apa perbedaan antara tidak boleh dan jangan. Dua kata tersebut ditanyakan oleh orang Jepang karena cukup bingung untuk menggunakannya.

Baca Juga: Gaji freelance guru bahasa Jepang

Jujur, pertanyaan itu membuatku selalu berfikir. Orang asing sepertinya mempunyai pertanyaan yang orang Indonesia sendiri nggak terpikirkan untuk menanyakannya. Kamu pernah bertanya apa perbedaan dan persamaan "jangan" dalam bahasa Indonesia? Nggak bukan?

Aku berusaha menjawab dengan kemampuan aku sendiri. Tentu saja, aku juga nggak yakin menjawab 100 persen benar, karena siapa tahu aku juga salah.

Orang Jepang bertanya Perbedaan 'tidak boleh' dan 'jangan' dalam bahasa Indonesia

Saat itu, aku menjawab bahwa "tidak boleh" dan "jangan" sebenarnya maknanya sama, melarang seseorang untuk melakukan sesuatu.

1. Tidak boleh makan di kelas!

2. Jangan makan di kelas!

Makna kedua kalimat di atas sama, hanya saja nomor 2 lebih keras dan biasanya bersifat langsung, sedangkan tidak boleh lebih kearah anjuran.

Baca Juga: Nihongo Challenge Kanji N5 pdf free download

Lalu bagaimana menjelaskan ke orang Jepang terkait ini? 

Maka aku menggunakan makna bahasa Jepang ini untuk menjelaskannya. Tapi ada sedikit tambahan agar lebih jelas.

1. Kurasu de tabete wa ikemasen

2. (a) Kurasu de taberu na

    (b) Kurasude tabenai de kudasai 

Baca Juga: Perbedaan sukoshi 少し dan sukunai 少ない

Orang Jepang bertanya 'Perbedaan tidak boleh dan jangan dalam bahasa Indonesia'
wkwkjapan

Untuk penjelasan nomor 2:

Bagian a cukup keras melarang, sedangkan bagian b menyuruh biasa. Apakah dengan penjelasan tersebut cukup bisa dimengerti? Orang Jepangnya sih ngangguk, semoga aja mengerti. Hehe.

Kamu juga bisa belajar bahasa Jepang bentuk larangan yang bertuliskan hiragana dan dengan contohnya. Semoga lebih jelas. Aku mendapatkan info ini dari website wkwkjapan.com. Jika ingin mengetahui bentul Naide kudasai, maka bisa baca di artikel wkwkjapan.com.

Sebenarnya aku masih belum puas sih ketika menjelaskan perbedaan atau perrsamaan tidak boleh dan jangan ini. 

Bagi teman teman yang lebih mengerti, bisa komen di bawah ya agar aku juga semakin mengerti. Terimakasih.

Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.