Film lawas yang memesona: Pride and Prejudice - Fujiharu.com
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Film lawas yang memesona: Pride and Prejudice

Fujiharu.com - Film lawas yang cukup memesona adalah Pride and Prejudice yang dirilis pada 2005 silam. Filmnya cukup sukses dengan total pendapatan sebesar USD 121 juta lebih. Angka yang sangat wow untuk ukuran tahun 2005. Dan, ceritanya yang bertema British dan juga cerita bangsawan tempo dulu sangat memikat.


Aku cukup suka dengan film film yang bertemakan kerajaan atau bangsawan zaman dulu. Permasalahan yang diangkat merupakan persoalan sehari hari yang dibuat secara dramatis, sehingga aku bisa merasakan sendiri kejadian saat itu. 

Baca Juga: Review film 'The Proposal'

Berbeda dengan film film saat ini yang mempunyai masalah pelik sampai membunuh atau perang. Bukan berarti aku tidak suka, tapi ada saatnya aku mengademkan diri dengan film film yang "adem".

Film Pride and Prejudice sangat bagus eksekusinya. Acting dan juga suasana yang dibangun sepanjang film sangat terasa, bahkan aku sering terkesima.

Ceritanya juga bisa membuat aku berfikir: Kok orang dahulu seperti itu, ya? Masa iya mereka harus menikah agar harta keluarga semakin aman? Apakah pemikiran menikah dengan seorang abdi negara merupakan impian hampir sama dengan di Indonesia? Kita tahu banyak sekali orang tua yang mendambakan calon suami atau istrinya seorang ASN.

Baca Juga: Review 'Bonding' film bisnis sexual fetish

Apa yang menarik dari film lawas Pride dan Prejudice?

1. Acting cast film Pride and Prejudice

Acting mumpuni dari Keira Knightly, Matthew Macfadyen, Brenda Blethyn, Rosamund Pike dan actrees Inggris yang sudah tidak diragukan lagi actingnya: Judi Dench.

Para aktor dan aktris sangat piawai dalam meramu perannya sehingga kita serasa diserap oleh film tersebut. Maka, pantaslah jika film tersebut cukup sukses dipasaran, meskipun produksi Inggris.

2. Suasana zaman dulu sangat terasa

Selama aku menonton film, suguhan tempat dan juga kebiasaan zaman dulu sangat terasa pada film Pride and Prejudice.

Gadis gadis muda dan juga para pemuda yang sangat antusias untuk acara pesta dansa, karena ditempat itulah menjadi ajang untuk mencari jodoh.

Budaya budaya jaman dulu terkait menikah dengan siapapun, meskipun jelek, tapi punya uang, maka sentosalah hidupnya. 

Banyak hal yang diceritakan didalam film bahwa menikahi seorang yang mempunyai kedudukan atau uang bukanlah hal yang salah karena kita semua butuh kenyamaan dalam hidup. Tapi, jika saling mencinta, maka akan sangat menyenangkan.

Baca Juga: Review film seorang guru 'The Ron Clark Story'

3. Cerita yang menarik

Cerita yang disuguhkan cukup menarik: kebanggaan dan prasangka. Meskipun awalnya sekedar permasalahan kehidupan sehari hari, tapi ramuan yang ditawarkan film sangat baik, sehingga dari awal hingga akhir aku terpesona akan cerita yang disuguhkan.

Bahkan, ada beberapa plottwist yang cukup menghibur dan menggembirakan tatkala orang yang disangka tidak peduli justru yang paling peduli. 

Bagi yang ingin mengetahui versi cool dari Nicolas Saputra ala British, bisa tonton Pride and Prejudice. Hehehe, soalnya ada tokoh yang seperti "Rangga" itu.

Plot Cerita

Pride & Prejudice merupakan novel karya Jane Austen yang dibawakan kedalam layar lebar, so bagiku ini satu hal yang cukup kuat dari suatu cerita yang menarik.

Mr. dan Mrs. Bennet mempunyai 5 anak perempuan remaja dan dewasa. Meskipun berasal dari keluarga yang cukup sejahtera, harta kekayaan Mr Bennet akan jatuh pada keponakan laki lakinya karena Mr dan Mrs Bennet tidak punya keturunan anak laki laki.

Baca Juga: Review 'Almost Family' ayah penyebar donor sperma ilegal

Agar harta kekayaan tetap jatuh pada anak anaknya, mereka harus menikah dengan seseorang yang terhormat seperti tentara, anak saudagar atau bangsawan.

Dalam pencarian untuk menemukan seorang suami ini, Elizabeth Bennet berkenalan dengan Darcy yang pelit senyum. Bahkan pertemuan tersebut membuat Elizabeth cukup membencinya karena Darcy diduga telah membuat saudari perempuan tertuanya gagal dipersunting pujaannya.

Kenapa Elizabeth kurang suka dengan Darcy yang sok angkuh? Lalu apakah keangkuhan itu akan luluh atau semakin menjadi-jadi tatkala mengetahui bahwa Darcy lah dalang dari kegagalan sang kakak menikah dengan pujaanya?

Silahkan tonton ya. Streaming Pride & Prejudice di Netflix juga bisa.
Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

Post a comment for "Film lawas yang memesona: Pride and Prejudice"