Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dilema menerjemahkan bahasa Jepang simultan

Fujiharu.com - Dilema menerjemahkan bahasa Jepang secara simultan layaknya sinetron Indosiar, serba salah dan melankonis sekali.

Dilema menerjemahkan bahasa Jepang simultan

Berikut ini adalah pengalaman menerjemahkan bahasa Jepang secara simultan saat aku bekerja di perusahaan Jepang. Cerita ini juga terinspirasi dari cerita Kang Heru Erlangga.

Pernahkah kamu merasakan berada dalam kondisi meeting dadakan yang terdiri dari orang Jepang dan sisanya orang Indonesia yang mendengarkan meeting?

Orang Jepang saling berbicara dengan cepat terkait meeting dadakan tersebut, lalu mereka juga mengajak orang Indonesia untuk ikutan meeting. 

Saat orang Jepang berdialog dengan bahasa Jepang yang cepat terkait isi meeting dadakan, biasanya aku agak kaget karena disamping aku masih banyak belajar, isi materi juga terkadang hal hal yang tidak perlu, rahasia, atau bahkan hal yang memang aku tidak mengerti sama sekali.

Baca juga: Gaji Interpreter bahasa Jepang

Obrolan bahasa Jepang yang dilakukan orang Jepang tersebut terkadang tidak diberikan jeda untuk interpreter bahasa Jepang agar disampaikan isi materinya ke audien lain. Nah, hal ini akan sangat berabeh. 

Jika aku sebagai interpreter langsung menerjemahkan, ada banyak hal yang akan miss, bisa saja aku yang tidak tahu materi, salah menyampaikan atau bisa juga ketinggalan.

Lalu bagaimana cara untuk mengatasi hal itu?

1. Sampaikan bahwa kamu tidak mengerti

Meskipun terkadang sakit ketika dibilang tidak bisa menerjemahkan, sampaikan saja. Toh, kamu tidak mau kan menyampaikan informasi yang salah kepada audien orang Indonesia.

Jika kita kita tidak sanggup dalam menerjemahkan, kenapa tidak? Itu juga bisa membuat orang Jepang lebih mengerti kita dan bisa jadi memberikan kosakata yang lebih mudah atau dengan bahasa yang lebih dimengerti.

Jujur dan berani menyampaikan bahwa kita tidak bisa tidak selalu jelek kok.

2. Jika hanya 80% mengerti

Jika kamu masih belum yakin, infokan bahwa masih belum ada kesimpulan, maka diharap tunggu terlebih dahulu.

Dengan cara ini, peserta meeting juga lebih tenang ketika mendengarkan orang lain yang berbicara. Kita juga bisa memastikan isi materi terlebih dahulu. Namanya juga dadakan.

Baca juga: Gaji di Jepang 30 Juta?

3. Minta izin untuk menerjemahkan

Kamu bisa minta izin untuk menerjemahkan terlebih pada audien lain yang tidak bisa bahasa Jepang. Meskipun terkadang agak mengganggu, tapi lebih baik begitu daripada isi materi tidak mengerti semua.

4. Tidak perlu diterjemahkan

Bahkan ada juga orang Jepang yang bilang bahwa ucapan yang dia bicarakan tidak perlu disampaikan orang lain.

Jika kita sampaikan bahwa orang Jepang meminta kita untuk tidak menerjemahkan bahasa Jepang, audien akan lebih mengerti, tapi setelahnya siap siap akan dibombardir pertanyaan, kenapa tidak diterjemahkan? Terkait apa? Tambah kerjaan lagi.

Baca juga: Rekomendasi buku bahasa Jepang

5. Marah saat memberi instruksi

Ketika orang Jepang marah pada orang Indonesia yang kerjaannya tidak becus, biasanya aku akan menerjemahkan dengan nada datar dan bilang bahwa orang Jepang marah dan tidak suka karena kerjaan tidak bagus.

Orang Jepang kadang marah ke kita, kenapa tidak marah marah saat menerjemahkan ucapannya. Dikiranya kita mendukung orang Indonesia, padahal aku pikir dengan nada datar, aku bisa menyampaikan dengan lebih baik dan mereka yang salah bisa memperbaikinya dikemudian hari.

Tapi, justru hal itu disalahkan oleh orang Jepangnya. Jika kita ikutan marah juga, orang Jepang akan marah ke kita kenapa dimarahi? Padahal kita sebagai interpreter hanya bertugas untuk menerjemahkan.

Tapi, beberapa dilema itu membuat penerjemah atau interpreter diwajibkan mempunyai hati yang luas untuk menampung semua kekecewaan, kemarahan dan juga iri dengki. Hahaha.

Soalnya jika kita meleng ke orang Jepang dibilang pengkhianat, jika meleng ke orang Indonesia, maka orang Jepang tidak akan percaya lagi dengan interpreter.

Semoga informasi ini berguna.

Post a Comment for "Dilema menerjemahkan bahasa Jepang simultan"