Investasi jangka panjang untuk masa depan

Investasi jangka panjang untuk masa depan

UJIAN MNN BAB 24 BAB 25 KOTOBA MNN BAB 11 KOTOBA MNN BAB 9 KOTOBA MNN

Investasi jangka panjang untuk masa depan

Jika Anda siap menginvestasikan uang untuk acara di masa depan, seperti pensiun atau pendidikan universitas anak-anak Anda, Anda memiliki beberapa opsi Tidak perlu berinvestasi dalam saham atau usaha yang berisiko. Anda dapat dengan mudah menginvestasikan uang Anda dengan cara yang sangat aman dan mendapatkan pengembalian yang layak dalam jangka waktu yang lama.

Pertimbangkan obligasi terlebih dahulu. Ada berbagai jenis obligasi yang bisa Anda beli. Obligasi mirip dengan sertifikat deposito. Namun, obligasi tidak diterbitkan oleh bank, tetapi oleh pemerintah. Tergantung pada jenis obligasi yang Anda beli, investasi awal Anda dapat berlipat ganda selama periode waktu tertentu.

Reksadana juga relatif aman. Reksadana ada ketika sekelompok investor mengumpulkan uang untuk membeli saham, obligasi atau investasi lainnya. Manajer dana biasanya memutuskan bagaimana uang diinvestasikan. Yang perlu Anda lakukan adalah menemukan broker yang memiliki reputasi baik dan berkualitas yang menangani reksa dana. Dia akan menginvestasikan uang Anda bersama uang klien lainnya. Reksadana sedikit lebih berisiko daripada obligasi.

Saham adalah sarana investasi jangka panjang lainnya. Saham, pada dasarnya, adalah bagian kepemilikan di perusahaan tempat Anda berinvestasi. Jika perusahaan berhasil secara finansial, nilai saham akan meningkat. Namun, jika kinerja perusahaan buruk, nilai saham akan turun. Tentu saja, saham bahkan lebih berisiko daripada reksa dana. Meskipun risikonya lebih besar, Anda bisa membeli saham di perusahaan yang sehat seperti G & E Electric dan tidur di malam hari dengan mengetahui bahwa uang Anda relatif aman.

Kuncinya adalah melakukan riset sebelum menginvestasikan uang Anda untuk keuntungan jangka panjang. Ketika membeli saham, Anda perlu memilih saham yang mapan. Ketika mencari reksa dana untuk berinvestasi, pilihlah broker dengan reputasi yang baik dan rekam jejak yang terbukti. Jika Anda tidak siap menanggung risiko yang terkait dengan reksadana dan ekuitas, berinvestasilah dalam obligasi yang setidaknya dijamin oleh pemerintah.