Pengalaman migrasi dari blogger ke wordpress

Pengalaman migrasi dari blogger ke wordpress

Setelah beberapa drama terkait dengan postingan blog yang dihapus sepihak oleh google, isi seluruh blog yang dihapus google, aku memutuskan untuk pindah ke platform WordPress.

Postingan dan blog dihapus google

Hati kayaknya hancur, sehancur ketika putus cinta atau ditolak cinta. Bagaimana tidak, sedari awal dipupuk dengan cinta kasih dan menumpuk rasa cintanya, tiba tiba harus di cut dengan tanpa ampun. Iya, dihapus, alias ditolak oleh googgle.

Postingan aku yang banyak peminatnya dihapus google karena dianggap melanggar ketentuan. Padahal judulnya aja yang bombastis, isinya mah melow.

Saat itu judul artikel ada downloadnya dan mungkin karena terkait dengan isi karya cipta, maka isi blog masuk draft. Cuma karena males nunggu peninjauan, aku akhirnya memutuskan untuk merelakannya. Dan benar saja, beberapa minggu kemudian ada info bahwa pengajuan juga tidak bisa dimunculkan kembali postingannya.

Selengkapnya:  Cara Blokir Iklan Adsense CPC Rendah

Hal patah hati lainnya adalah ketika blog yang aku punya dari awal ngeblog, dari yang iseng iseng sampai yang kini mulai mempelajari dan membuat isi blog lebih (serius) harus menerima hal pahit bahwa blog harus diremove.

Baca Juga: Cara membuat logo blog dengan mudah

Migrasi dari Blog ke WordPress

Aku tidak akan menginformasikan bagaimana aku bisa memindahkan blogger ke WP karena aku juga menggunakan artikel dari Niagahoster dan juga Rumahweb untuk jadi panduan.

Meskipun terasa susah, ketika dijalani tidak sesulit itu kok. Aku malah suka dengan caranya. Bahkan aku berulang kali install ulang wordpress jika salah.

Cara cara yang awalnya aku takutkan akan terjadi justru tidak.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum migrasi dari blogger ke wordpress:

Siapkan dana lebih

Iya, migrasi blogger ke WP butuh uang lebih karena kita akan pindah menggunakan hosting dan domain. Misal sudah punya domain baru, tetap saja harus beli hosting. Aku menggunakan hosting rumahweb karena sebelumnya beli domain di sana juga.

Selengkapnya:  Cara Cek Artikel Plagiat - SmallSeo Vs. 1text

Dana yang aku keluarkan sekitar 200 ribu untuk hosting entry setahun.

Back up isi blog

Sebelum pindah ke wp, jangan lupa back up semua data blog kedalam file xml agar isinya tetap terjaga. Nggak mau dong isinya percuma hilang. Kalo tahu gitu lebih baik langsung buat di WP.

Baca Juga: Cara membuat siteblog mudah sangat gampang

Pelajari cara split data XML

Karena ketika kamu akan impor data dari blogger ke WP butuh aplikasi tambahan yang hanya menyediakan sekitar 10 mb, maka kamu harus pelajari cara split file xml. Aku mempelajarinya dari artikel Rumahweb. Pelajari saja split xml.

Cara split xml juga berguna ketika artikel yang ada di blogger telah banyak. Saat aku pindah blogger ke wp, artikel yang ada telah mencapai 940 an. Belum sampai ribuan artikel, tapi cukup menyulitkan karena file xml lebih dari 10 mb.

Pelajari wp dari youtube

Di wp, kamu akan menemukan banyak aplikasi pendukung gratis yang memudahkan kita untuk membuat artikel. So, pelajari agar kamu juga semakin berkembang. Sat ini aku juga membuat artikel di WP. Pertama kali lho. senang aja bisa membuat artikel di WP. Hahahah soalnya terasa beda aja.

Selengkapnya:  Film dan Anime yang bisa ditonton saat Senggang

Semoga cerita pengalaman migrasi dari blogger ke Wp membuatmu semakin yakin dan berkembang blogmu.

Baca Juga: Menjadi penulis blog tamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *