Prabowo Presidenku atau ... Jokowi Lagi?

Prabowo Presidenku atau … Jokowi Lagi?

FUJIHARU – Pesta demokrasi di Indonesia memang baru saja selesai pada 17 April 2019 lalu, tapi hasil dari pemilu versi KPU masih kita tunggu. Sesuai informasi, hasil akan diumumkan pada 24 April 2019 ini. Tapi karena mungkin akan ada dan malah banyak sengketa dalam pemilu ini, maka sesuai schedule akan seperti ini:

23 Mei 2019 – 15 Juni 2019 Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden

Kamu bisa buka situs KPU untuk mengecek jadwal lain atau hasil pemilu.

Lalu, siapakah yang akan menjadi presiden selanjutnya? Apakah Prabowo? Atau kembali meneruskan kepemimpiann Jokowi? Berikut adalah beberapa hal yang aku tangkap dari pemilu ini.

Prabowo Presidenku atau ... Jokowi Lagi?
Ini jariku, mana jarimu

Perang Sosmed

Baru kali ini sosial media menjadi ajang yang sangat panas dalam acara 5 tahunan ini. Pemilu yang identik dengan pemilihan wakil rakyat ini memang disambut baik oleh semua kalangan. Ini terbukti dari banyaknya opini yang masuk dan ramainya timeline yang berisi tentang sosok calon presiden. Bagiku, ini pertanda bahwa hampir semua orang melek politik. Melek politik yang aku maksud mungkin belum pro, tapi jikalau pemilih tahu siapa yang akan menjadi calon pemimpinnya dan bagaimana kinerja dia sebelumnya atau ide ide briliannya untuk indonesia bisa diketahui, maka bagiku cukup dikatakan melek, tahu siapa calon pemimpin mereka.

Baca Juga:

Setiap orang punya pilihannya masing masing, ada yang menentukan calon pimpinannya dengan sangat lantang, ada juga hanya sekedar me “like” calon pimpinannya. Menyukai postingan calon pimpinan atau juga menshare hal hal yang berbau dukungan atau kontra terhadap lawan politik calon pimpinannya kini lebih gamblang. Aku bisa lihat teman ini pro siapa atau kontra siapa.

Prabowo Presidenku atau ... Jokowi Lagi?
Calon Presiden

Perang sosmed ini bahkan berlangsung bukan hanya di ranah sosial media, tapi dalam kenyataan juga terjadi. Kita bisa melihat beritanya di surat kabar nasional. Hanya karena demi calon pimpinannya bisa saja mereka saling menjatuhkan.

Teman Menjadi Musuh

Untuk yang satu ini, mungkin aku bisa tambahkan. “Saudara juga bisa jadi musuh”. Kenapa bisa? Aku pernah mengalaminya sendiri dengan teman, bahkan mungkin sahabat. Jika dibilang musuh nggak juga, tapi aku memang bener bener kaget ketika dia begitu lantang dan langsung menjudge tentang aku (serasa terdakwa), padahal belum selesai obrolannya. Hal ini terkait aku suka atau kurang suka dengan pilihannya.

Prabowo Presidenku atau ... Jokowi Lagi?

Bagiku, ketika orang tersebut bagus, maka aku akan puji. Jika dia kurang bagus, maka akupun akan mengkritik, misalnya jika seperti ini mungkin akan lebih bagus bla bla. Ya, sekedar obrolan minum teh. Cuma, mungkin dia tipe orang yang sangat lantang dalam memilih. Sebenarnya aku dan dia dipilihan yang sama, cuma aku juga berhak dong mengkritik jika ada yang kurang bagus, tapi dia keburu bilang bahwa aku pendukung sebelah. Haha ya sudahlah.

Dalam keluarga juga ada lho. Mereka sangat pro dengan satu calon. Dia menjelekkan lawan calonnya. Aku sih diam aja, jika memang data yang beredar benar dan aku sedikit tahu mengiyakan, cuma jika salah ya aku juga bilang kayaknya nggak sesuai data.

Prabowo Presidenku atau ... Jokowi Lagi?
Kertas yang harus dibawa saat pemilihan

Satu contoh adalah Jokowi yang akan membuat kartu untuk pra kerja. Bertujuan agar yang belum kerja bisa diberi bantuan. Nah, maksudnya bagaimana? Digaji? Darimana? Orang guru honorer, perawat dan tenaga lain yang kerja justru belum jelas dan nggak karuan gajinya, butuh digaji yang sesuai, ini kok yang nggak kerja malah digaji. Nggak Pas, Jokowi. Terus banyakin kartu untuk masyarakat. Kenapa nggak satu kartu aja? Kan ribet dan bisa jadi penyelewangan. Tiru di Jepang, cukup satu kartu, semua terintegrasi. Itu contoh yang aku kurang suka dengan Jokowi.

Prabowo Presidenku atau ... Jokowi Lagi?
tempo

Bagaimana dengan Prabowo? Aku kurang suka cara dia yang sedikit arogan. Nggak tahu kenapa dia sepertinya kurang kontrol di media. Ingat, maksudnya bukan jaim bagaimana gitu. Tapi, emang kita perlu jaim jika kurang bagus. Self control! Padahal akan bagus sekali ya jika dia yang pimpin. Terus program yang dia tawarkan masih kurang tergambar jelas, alias ngambang.

Meme Pemilu

Meme yang beredar di pemilu kali ini sungguh ramai dan menghibur. Dibalik pedas dan jahatnya data data yang beredar di timeline sosmed, ada hiburan juga lho dari para calon pemimpin kita ini. Dengan adanya Prabowo Sandiaga dan Jokowo Amin sebagai calon, makin panas dan lucu negeri ini. Panas karena bagi mereka yang sangat menginginkan perubahan, tapi sense humornya perlu ditambah dan beberapa yang mungkin kelebihan rasa humor.

Aku lebih memilih ingin menambah rasa humor daripada ikutan panas. Aku me like Jokowi jika sesuai datanya, atau Prabowo jika memang pas. Selebihnya aku hanya berguman atau ketawa sendiri lihat warganet yang menyoroti pemilu ini.

Warganet yang kreatif membuat lelucon agar pemilu semakin semarak. Ada yang membuat rap battle, memplesetkan Jokowi dan Prabowo dalam poster yang kocak, atau calon legislatif yang nggak dikenal. Banyak yang bilang bahwa calon legislatif yang kita coblos nggak dikenal, siapa sih mereka? Meskipun ada internet, mereka juga nggak mungkin cek satu per satu siapa calon tersebut. Pada akhirnya lahirlah meme meme calon legislatif yang bergambar artis korea yang tampan dan cantik, atau pahlawan Avenger! Kreatif banget.

Gengsi Atau Mati

Contoh lain yang yang terkait gengsi atau mati adalah taruhan dalam memilih calon pemimpin. Masih ingat ada seseorang yang bilang bahwa Prabowo nggak mungkin menang disatu daerah di Indonesia? Jika menang, katanya celurit lehernya. Masih ingat dong. Nama orang tersebut juga unik. Bagiku, please, jaga ucapanmu. Ketika prabowo menang, apa yang dia lakukan? hahahah biasa ngeles. Bikin malu kamu, keluargamu dan orang sekitar. Nggak pantas jadi pemimpin kalo seperti itu.

Taruhan yang luar biasa bahkan beredar tentang calon pimpinan yang akan menang. Taruhannya tanah seluas sekian hektar. Gila banget kan? Demi calon pimpinannya. Entah kabar ini benar atau nggaknya. Mungkin mereka saling ngefansnya dengan orang tersebut.

Prabowo Presidenku atau ... Jokowi Lagi?
Tempo

Dalam Islam, kita harus memilih dan menunjukkan identitas kita. Kalo nggak salah ada sebuah cerita suatu kebakaran dan ada satu semut yang membawa air. Lalu ditanyalah semut tersebut kenapa bawa air, karena meskipun dia berusaha memadamkannya, tetap aja nggak ada gunanya. Tapi semut bilang, inilah pilihanku. Aku juga sama. Aku telah memilih calon ini, meskipun menurut hasil quick count, dia kalah. hehehe.

Siapapun presidennya, entah Jokowi atau Prabowo, semoga membawa negeri ini ke kehidupan yang lebih baik. Amin.