Sekolah Dian Didaktika SMA Islam Terbaik Depok

Sekolah Dian Didaktika SMA Islam Terbaik Depok

FUJIHARU – Sekolah Islam Dian Didaktika adalah sekolah yang namanya unik. Bahkan awalnya susah untuk diucapkan. SMA Islam Dian Didaktika, sekolah yang beralamat di Cinere, Depok. Aku menyarankan agar anak anda ingin sholeh dan pintar, sekolahkanlah mereka di sekolah islam terbaik di Depok ini. Insya allah lulusannya akan menjadi lebih santun. Amin. Ini berkat guru guru terbaik yang telah mendedikasikan waktu untuk siswa siswanya.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Saat foto bersama founder dan orang hebat SMAI Dian Didaktika

SMA Berbudi luhur

Kenapa aku bisa bilang baik? Kerana aku pernah menjadi bagian dari sekolah ini kurang lebih 2 tahun. meskipun cukup sebentar, tapi aku merasa bahwa guru yang mendidik siswa di sekola islam terbaik ini patut diacungi jempol. Aku banyak belajar dari ekhebatan mereka dalam mendidik siswanya. Nggak heran, beberapa lulusannya masuk PTN terbaik di Indonesia.

Masih kurang tertarik juga? Artis dan juga penyanyi Raisa juga sekolah di Dian Didaktika lho. Iya, penyanyi bersuara merdu nan adem itu. Meskipun nggak mengenyam pendidikan SMA di Dian Didaktika, tapi dari kecil Raisa sekolah di Dian Didaktika. Tertarik kan? Btw, Dian Didaktika adalah yayasan yang menaungi KB, TK, SD, SMP dan SMA lho.

Berapa biaya sekolah untuk masuk SMA Dian Didaktika? Lalu jika akan mendaftar ke PTN dengan SNPTN, apakah dibantu pengurusannya oleh sekolah? Ya pastilah. Inilah yang membuat kurikulum SMA Islam Didaktika beda dengan sekolah lain. Akreditasinya juga udah bagus lho. Kamu boleh bertanya langsung tentang biaya masuk sekolah Dian Didaktika kepada pihak yang bersangkutan dibawah ini.

Jika tertarik, silahkan hubungi website SMA Islam Dian Didaktika dan emailnya langsung. Jl. Rajawali Blok F No. 10 & 16 Cinere Estate, Depok Telp. 021-7543241, 7546632, 7533318 (SMA) Fax. 021-7533865

Bagi calon siswa yang akan memasuki jenjang SMP juga bisa menanyakan biaya sekolah masuk SD dan SMP Dian Didaktika Cinere di nomor di atas ya.

Akhlak itu dibentuk cukup lama, nggak bisa instan terus langsung sholeh. Benar, semua hal butuh waktu, dan memberi waktu bagi anak bersekolah disini adalah hal yang tepat. Semoga kelak ada rejeki dan tinggal di dekat Cinere, anak aku ingin sekali di sekolahkan disitu. Bahkan, artis/ penyanyi Raisya aja sekolah di Yayasan Dian Didaktika lho dari kecil sampai SMP. Saking bagusnya sekolah ini. Tahu sendiri kan bagaimana santunnya Raisa? Dan, aku akan sedikit bercerita tentang SMA Islam Dian Didaktika.

Sekolah ini tidaklah semegah sekolah negeri yang mempunyai ruangan dan halaman yang sangat luas, tapi percayalah, guru guru dan pembimbingnya sangatlah berbudi megah (suri tauladan baik). Mereka cukup profesional dibidangnya. Bahkan beberapa guru telah berhasil mengirimkan muridnya untuk berprestasi secara nasional.

Kurikulumnya juga bagus lho. Sangat religius. Ada sholat dhuha bersama, sholat dhuhur bersama dan ashar juga. Jadi selama siswa di sekolah, mereka dilatih untuk sholat secara berjamaah.

SMAIDD terkenal nggak sih?

Jangan tanya. Masih ingat kasus Gloria yang menjadi petugas upacara 17 an yang mundur itu? Dia juga murid SMA DD lho. Cukup terkenal kan? Beberapa artis juga sekolah disini lho. Seperti diawal tulisan, Raisya juga sekolah di Dian Didaktika, meskipun bukan SMA, tapi di SD, SMP nya.

Si kembar Nakula dan Sadewa juga bersekolah di SMA Islam Dian Didaktika. Iya, yang waktu kecilnya menjadi artis itu. Meraka masuk DD sejak kelas 10.

Itu kan artisnya, bagaimana dengan prestasi sekolahnya? Banyak sekali prestasi yang tercipta, dari mulai seni, akademik sampai olahraga. Kamu bisa cek langsung di webnya untuk memastikan bahwa benar tidaknya sekolah ini berprestasi.

Aku juga pernah bawa muridku juara 2 roleplay bahasa Jepang di Bunkasai (lomba bahasa Jepang) se Jabodetabek.

Lokasi SMA Dian Didaktika (SMA DD)

Sekolah ini berada di wilayah Cinere, Depok. SMA Islam Dian Didaktika (SMAIDD) merupakan sekolah swasta yang gedungnya bersebelahan dengan KB (Kegiatan Belajar) TK DD, SDIDD, SMPIDD dan tentu saja SMAIDD itu sendiri. Ada banyak orang tua yang telah menyekolahkan anaknya dari tingkat KB TK sampai SMA. Tiada lain karena mereka percaya pada para pembimbing dari Yayasan Dian Didaktika.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Sok sok an foto classic
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Saat liburan di Malang

Disamping guru guru yang bersahabat dan berakhlak mulia, para staff lainpun sangat akrab dengan siswa, security sekolah, penjaga sekolah semua berbaur menjadi satu. Kita semua akrab, karena kekeluargaan sangat terasa disini. Yang jelek pasti ada, tapi semenjak aku menjadi bagian SMAIDD, kejelekan atau kekurangan itu seolah sirna karena nilai positif yang ada lebih kental.

Salah satu acara tahunan di SMA Islam Dian Didaktika adalah Diprolution. Acara ini dikerjakan oleh mereka sendiri lho. Guru juga membantu, tapi sebagian besar dilakukan oleh anak OSIS nya. Keren banget lho acaranya. Beberapa  penyanyi kondang ibukota biasanya menjadi guset artist nya.

Baca Juga:

Ngomong ngalor ngidul udah cukup ah, ntar dikira promosi sekolah lagi. Heheheh emangnya di bayar bu In? heheheh the founder itu. Orangnya baik banget. Tapi nggak kok, aku menulis artikel ini karena emang aku merasakan sendiri hal hal magic yang aku rasa semenjak menjadi bagian dari DD.

Artikel ini merupakan bentuk rasa kangen terhadap guru, sekolah, sahabat dan juga suasana yang ingin aku tuangkan dalam tulisan.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Saat menuju tempat lomba di UNJ

 

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Ketemu murid di Grand Indonesia

Murid muridku akan melaksanakan Ujian Nasional Senin, 4 April ini dan artinya mereka akan segera lulus dan akan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Oh….serasa waktu yang telah dihabiskan sangat singkat. Dua kata untuk mereka: Semoga Sukses!

Pertama Kali datang ke SMA Islam Dian Didaktika

Masih ingat betul saat aku menganggur setelah resign dari salah satu perusahaan pembuat mobil di Cikarang. Saat yang sangat susah dan merupakan pilihan terberat ketika harus merasakan pahitnya persaingan dalam dunia kerja. Baik saja tidak cukup jika tidak dibarengi mental yang baja. Saat itu aku akui mental masih lembek, sehingga ketika gesekan terjadi, aku lebih memilih mundur daripada harus saling menyakiti. Dan, pilihan aku kembali pada dunia pendidikan, menjadi seorang pendidik.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Dari kecil aku emang tertarik dengan seorang guru, sehingga ketika masih SMA dan kuliahpun sering mengajari adik ataupun tetangga yang ingin anaknya bisa baca tulis romawi atau arab. Kebetulan aku sedikit bisa, jadi selalu siap untuk membantu. Ada rasa bangga dan juga senang ketika melihat murid atau adik bisa melakukan sesuatu dan kitalah yang telah membantu dalam mencapai pijakan mereka tersebut. Maka dari itu, aku mencari lowongan seorang guru di daerah Bekasi. Sangat susah ketika memasuki sekolah negeri, apalagi jika kita tidak mempunyai koneksi, sangat susah dalam menembus sekolah tersebut. Dan juga, ketika bisa masuk juga belum tentu gaji yang diterima sesuai. Tapi aku masih maklum kalo kondisi pendidikan memang masih tidak seindah yang dibayangkan. Aku masih ingat gaji sebulan pernah mendapatkan 300rb, padahal untuk bensin dan makanpun nggak cukup.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Tapi alhamdulilllah ada keluarga yang masih support dan tentunya rejeki dari yang maha kuasa. Meskipun sedikit, ada aja rejeki lain yang diterima, seperti les tambahan atau mengajar di tempat kursus dan lainnya.

Ketika mencari lowongan kerja, aku liat ada seorang teman yang posting lowongan kerja di facebook. Aku segera telepon nomor tersebut dan apakah bisa mendaftar menjadi bagian dari sekolah tersebut. Kalo tidak salah, bu Meri yang menerima telepon tersebut. Awalnya aku kirim melalui email sekolah, tapi karena tidak ada balasan, aku kembali telepon dan dengan baik hatinya, bu Meri mempersilahkan lamaran kerjanya dikirim ke email nya.

Tawaran Interview

Lagu yang sangat fenomenal ketika menuju SMAIDD adalah albumnya Katy Perry yang Prism. Album itu menemani aku saat menaiki kereta jabodetabek, angkot wilayah depok dan sekitarnya yang aku sendiri belum pernah mendengarnya. Bener bener pengalaman yang luarbiasa.

Saat melihat sekolahnya, aku kaget. Apakah ini sekolahnya? Kok kecil ya, tidak sebesar yang aku bayangkan. Tapi memang, suasanya asri dan menenangkan. Melihat ke samping bangunannya, ada sekolah juga. Ada anak TK, SD dan SMP yang sedang bermain.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

 

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Suasana game saat pembelajaran

Aku bertemu dengan Pak Toha, kepala Sekolahnya. Beliau sangat ramah dan ada ucapan yang membuat aku sangat terpukau. “Sekolah kita bukan hanya mendidik anak agar cerdas, tapi berakhlak, itu poin utamanya.” Wow! Jarang ada sekolah yang menjunjung akhlak diurutan pertama, karena setau aku yang pertama ya akademik nomor satu. Itu juga yang menjadi alasan aku mau mencoba menjadi bagian dari DD.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Interview awal tentang diri aku telah diulas habis diruangan pak Toha. Dia mengatakan bahwa jika lolos interview pertama maka akan ditelepon untuk interview selanjutnya. Wah aku sangat berharap menjadi bagian dari sekolah ini.

Telepon yang ditunggu datang. Alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk microteaching di kelas 11. Saat itu kelasnya Irin dan Ivan yang aku ajar. Masih terasa rasa deg degan ini. Karena sudah beberapa tahun tidak berdiri didepan kelas. Gugup dan gemeteran saat mengajar. hahahahah. Alhamdulillah lancar. Dan saat yang paling membahagiakan adalah diterima!

Gaji

Gaji yang di tawarkan SMAIDD sangat besar sebenarnya, dibandingkan dengan sekolah sebelumnya. Tapi, jika harus bolak balik Bekasi – Cinere, maka akan membutuhkan banyak biaya, malah mungkin kurang. Tapi, ada ucapan suami bu In yang membuat aku sedikit yakin, “Menjadi guru rejekinya berkah”.

Baca Juga:

Wow….aku berusaha untuk mempercayainya. Meskipun secara realistis, masih belum percaya. Dan, ternyata benar yang mengatur itu bukan hanya realita semata, dari duit barokah dan teman teman yang baik mendatangkan rejeki halal lain. Ada yang mau les ama aku, sekolah lain juga pernah diajar aku. Wah, sungguh luarbiasa deh kalo ngomongin rejeki. Paling utama adalah hati tenang.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Berkat rejeki tambahan, aku bisa nyicil motor dan tinggal di kostan griya pori *Halo Ega! Chibe! Btw….biar rejeki bertambah, dulu aku selalu menyisakan 10 persen gaji untuk shodakoh. Awalnya terasa berat, tapi justru rejeki makin mengalir.

Mengajar kelas 10

Pertama kali mengajar kelas 10 merupakan tantangan hebat tersendiri. Akankah mereka menerima aku? Maklum sodara sodara, muka nggak tampan, nggak kaya dan nggak pintar. Wakakakaka. Sangat berbeda dengan image guru bahasa Jepang sebelumnya yang bagi aku sangat perfect. Wow! Mereka terlihat glamour, keren, tinggi, cakep, cantik, dan fashionable abis.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Kini mereka kelas 12

 

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Anak anak dari SMAIDD pun sangat fashionable dan aku pikir mereka dari kalangan orang berada. Cara berpikir dan juga pergaulannya sangat berbeda dari yang aku bayangkan. Aku dari kampung, dan meskipun berkuliah di kota Bandung yang modish, sepertinya gaya berpakaian aku nggak terpengaruh modisnya Bandung. Ouch!!!

Dan…..alhamdulillah. Mereka menolak ketika diajar aku! Yeah……

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Sedih rasanya ketika aku nggak dihiraukan saat mengajar. Saat itu ada aja ucapan yang menyakitkan, karena memang aku dibandingkan dengan guru sebelumnya yang memang ok. Saat pulang menjadi waktu yang paling diinginkan ketika kita nggak diterima suatu tempat.

Aku kembali memikirkan arti dari semua ini. Apakah mereka sejahat itu? Apakah itu cuma gertakan mereka? Cara mereka menyambut orang baru? Atau…memang aku yang memang tidak berkualitas? Banyak pikiran bergejolak. Aku memutuskan untuk tidak secepatnya pulang dari sekolah, ketika bel pulang berbunyi. Aku lebih banyak melihat tingkah pola mereka, cara bergaul, topik obrolan yang mereka sukai dan lainnya aku observasi. Alhamdulillah. Banyak pengalaman yang diterima. Aku juga banyak bertanya ke guru sebelumnya: Okky sensei dan Nika sensei.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Foto bersama guru Bahasa Jepang sebelumnya

Bunkasai

Aku mulai terbiasa dengan ritme yang ada. Semua kesedihan dan juga penolakan aku telan bulat bulat. Jadi pembelajaran. Aku juga terus memperbaiki diri. Aku tahu, mereka juga tidak sepenuhnya salah. Mereka masih dalam proses belajar, bukan manusia sempurna yang tercipta sekian detik. Aku juga bisa menjadi teman mereka untuk berbagi dan bercerita. Dan, semakin hari, aku pikir semakin terjalin hubungan mesra antara kita semua. Cie cie. hahaha ya iyalah kita seperti pasangan yang terkadang benci, suka dan kadang biasa aja. Itulah realita kehidupan.

Bunkasai menjadi titik awal yang paling aku tunggu dari dulu.  Ini merupakan lomba bahasa Jepang yang diadakan oleh perkumpulan guru guru bahasa Jepang perwilayah yang nantinya akan dilombakan seluruh Indonesia. Target aku tentu saja ada anak SMAIDD yang bisa lolos dan juara. Maklum, aku dari dulu pengen banget berdiri dipodium dan mewakili sekolah atau kampus untuk suatu lomba, tapi belum pernah terjadi. Pernah juga waktu kuliah, tapi lombanya bukan pidato. Itupun lomba sakubun (mengarang) yang nggak juara, meskipun aku lolos dan berhasil jadi wakil dari kampus UPI.

Disinilah aku mulai menyaring beberapa kandidat yang menurut aku sangat bagus dalam akademik bahasa Jepang dan juga pembawaannya yang sesuai dengan karakter ini. Beberapa kandidat gampang dipilih, yang lainnya susah. Bahkan dilempar lempar nggak karuan. Tapi alhamdulillah terpilih beberapa tim yang bagus dan merupakan titik awal persahabatan kita.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Tim Bunkasai SMAIDD

Tim Bunkasai SMAIDD

Roleplay          : Salsa, Jamet, Diva

Manga             : Novita

Kana               : Sari

JLPT                : Elmo dan Kenny

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Tim Roleplay Juara 2 Se Jabodetabek

Dan, perjalanan untuk latihannya sungguh melelahkan. Ada yang merasa udah bisa, trus nggak latihan, padahal kompetitor lainnya pasti lebih unggul. Ada juga yang waktunya terbatas, kandidat yang sangat diidamkan tapi nggak bisa ikut karena regulasi: bagus san, sedih banget mendengarnya! Huks. Tapi usaha kita pasti nggak sia sia. Setidaknya benih benih kepercayaan dan juga persahabatan mulai tumbuh diantara kita.

Saat perlombaan, aku sangat deg degan dengan tim roleplay. Kenapa? Karena dari semua kandidat, aku sangat sangat yakin 70 persen tim roleplay akan menang, entah itu juara keberapa. Kenapa yakin? Yang lain enggak? Keyakinan itu perlu, tapi ketika aku cek dilapangan, anak anak yang ikut perlombaan itu bukan level mereka, kecuali yang roleplay. Anak SMA lain sangat jago bahasa Jepangnya karena kursus juga, bukan semata belajar dari sekolah yang waktunya terbatas. Tapi aku sangat bersyukur karena melihat mereka berusaha dengan baik untuk mencapai goalnya. Back to Roleplay. Yang bikin yakin adalah rasa percaya diri aku tentang mereka. Juga cukup matangnya cara mereka mendalami karakter, meskipun waktu latihannya tidak lama.

Kita latihan sampai sore, bahkan hampir magrib mungkin. Thanks buat Salsa. Dia sebenarnya bukan kandidat utama karena dia merupakan tipe siswa yang tidak suka menonjolkan kemampuannya, jadi aku kurang melihat potensinya, tapi berkat penolakan kandidat lain dan juga saran temannya, terpilihlah Salsa. Dan, berkat dia persahabatan ini makin kental.

Saat penentuan juara di SMAN 2 Tangsel, kita merasa kecil sekali. Kita hanya beranggotakan 8 orang, sedangkan kandidat dari sekolah lain di support pendukungnya yang seabrek. Tapi, suara kita yang berdelapan membuat semarak gedung tersebut ketika sekolah kita diumumkan dalam oleh MC.

“Wow…baru kali ini ada SMA swasta yang juara. Dan, juara roleplay kedua Bunkasai jatuh kepada SMA Islam Dian Didaktika!” Wow….kita semua menjerit kegirangan karena nggak percaya. Rasa percaya diri itu terbayar dengan jerit kesenangan kita. Oh my God! Aku sangat senang ketika melihat raut wajah bahagia yang terpancar dari tim roleplay. Usaha kalian tidak berkhianat.

Perjalanan itulah yang mengilhami kita menjadi tim YOSA. Heheheh.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Orange Cinere Mall
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Buka Puasa bareng

Bukan hanya Bunkasai yang kita ikuti, perlombaan di UNJ dan juga Unsada juga menjadi cerita manis bersama Asti.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Lomba di UNJ
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Lomba di UNSADA
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Guru SMA Islam Dian Didaktika

Bersahabat dengan guru lainnya merupakan hal yang menarik. Kenapa? Pastinya kita dari background dan kepribadian yang berbeda, jadi ketika bertemu pasti ada gesekan yang membuat makin indah atau ya intrik kecil. Tapi balik lagi, ketika dihadapkan pada pendidikan anak didik, kita akan bersatupadu menjadi rantai yang menguatkan agar mereka berbudi halus. Salah satu contohnya adalah budaya SMAIDD yang ketika bertemu selalu bersalaman. Ya….kalo orang jawa tuh bilang semacam salam tempel ke semua guru. Nah, kebetulan saat itu aku hanya memikirkan kalo bersalaman nggak harus ke semua orang yang ada diruangan tersebut, cukup dengan orang yang dekat duduknya, sisanya tinggal bilang salam dan senyum, tapi justru salah! hahahah Thanks untuk bu Upi yang bilang bahwa budaya disini adalah bersalaman, which is emang bagus, untuk menggugurkan dosa kita ke sesama juga kan. Sip deh!

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Kita juga bertukar info tentang perkembangan akademik siswa ataupun budinya. Kita bahkan mendengar curhatan guru yang sangat kagum pada siswanya yang pintar standar atau pinter yang bikin kita keblinger. Teman, ingat cerita tentang puasa yang bisa menghapus dosa setahun, terus nggak perlu sholat setelahnya? Wakkakaka….itu hanya segelintir cerita yang bikin ngakak, tapi kita semua berproses menjadi lebih baik, amin.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Ulang Tahun

Bagi aku, ulang tahun merupakan sebuah hal  biasa yang dilalui tiap tahun tanpa hal yang mengagumkan. Kenapa? Karena memang tradisi keluarga yang tidak merayakan dan juga mereka nggak tahu kapan aku lahir. Hihihihi aneh ya, entahlah. Apakah mereka tidak mengharapkan aku lahir atau gimana? (sedih jadinya) Ataukah karena dari keluarga yang tidak begitu mementingkan bulan dan tanggal? Tapi kenapa keluarga yang lain tahu, sedangkan aku tidak? Makanya aku memilih tanggal 20 Mei sebagai hari kelahiran. Karena kata nenek, aku lahir sekitar 5 bulan dari teman. Wakkkakakakak.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Di SMAIDD, aku merasakan ultah yang dirayain. Ya, salsa dan tim YOSA, juga siswa lain memberikan surprise berupa kado dan juga donat. Wah…aku sangat terharu. Bahkan di tahun berikutnya juga mereka memberikan ultah kejutan serupa. Aku makin sedih dan terharu. Nggak bisa berkata kata lagi. The way thats they treat me make me cry…Thats why,,,our friendship is precious. Kita saling menghargai keadaan teman kita.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Saat Ultah Salsa

Kita juga memberikan sedikit perayaan untuk anggota tim lainnya. Saat salsa ultahpun kita datang kerumahnya.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Study Tour Malang

Yeah…..SMAIDD setiap tahunnya mengadakan study tour ke beberapa tempat di Indonesia, bahkan ada juga yang ke Luar negeri. Baru baru ini, tahun 2016 SMAIDD mengadakan study tour ke Jepang, sedangkan tahun sebelumnya ke Australia.

Tujuannya jelas agar siswa menghargai budaya bangsanya dan juga memberikan wawasan yang lebih luas bagi mereka.Study ke Malang ini sangat istimewa bagi aku. Karena aku pikir nggak mungkin akan diajak ke malang karena aku akan resign dari sekolah ini, tapi pak Toha mengatakan bahwa aku bisa ikut untuk membimbing siswa, padahal aku justru nggak membimbing, malah kebimbing mereka ke arena bermain. Wakakakak alias keajak bermain. Maaf ya pak.

Kita semua berkumpul di SMAIDD DD dan naik bis menuju pasar senen. Dari pasar senen kita naik kereta dan turun di Surabaya.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Museum Angkut

Kita melihat indahnya kota Surabaya, Jembatan Suramadu, dan Malang. Di Malang, kita ke BNS dan juga museum angkut. Juga ke gunung Bromo pastinya. Wow! Keren banget tempat wisata di Indonesia itu. Aku makin kagum pada Indonesia. Maklum, aku jarang traveling, meskipun sangat suka. Maklum finansial yang terbatas. Kesempatan ini membuat kita makin erat sebagai tim YOSA.

Melihat indahnya bromo justru membuat sedih juga lho. Inilah saat terakhir jalan jalan bersama sebagai teman, guru dan orangtua mereka. Orang tua? Iyalah…kan dari segi umur lebih tua dari mereka, hahahaha. Karena kita akan berpisah.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Perpisahan

Klise memang, tapi setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Aku harus ke tempat lain untuk impian aku yang sangat dirindukan semasa SMA dulu, ke Jepang. Waktu berharga yang aku rasakan semasa di SMAIDD begitu indah, sampai kejadian yang sedihpun terlupakan berkat sahabat, orang tua dan murid.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

 

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

 

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

Pengalaman yang telah diterima sungguh luarbiasa bernilai. Terimakasih untuk the founder yang percaya pada aku bahwa bisa mendidik anak SMAIDD, guru guru yang selalu menjadi sahabat terbaik ketika gundah melanda, dan tentunya siswa yang selalu memberikan keceriaan bahwa hidup tidak selalu kelam.

Bersama Yosa, kita menghabiskan banyak kenangan. Bermalam membantu mengoreksi, belajar, curhat atau bahkan bergosip. Kegiatan lain seperti download, nonton bareng di bioskop, bermain game bersama, hang out di mall menjadi acara yang tidak pernah membosankan. Aku sangat menunggu moment saat itu, karena kamu, aku, kita berharga.

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT

 

SMA ISLAM DIAN DIDAKTIKA; MURID, GURU, ORANGTUA DAN SAHABAT
Hawa, Elmo, Bagus, Diva, Salsa, Satya. Taya lg off

Mungkin hanya satu yang menjadi kesedihan yang sangat dalam selain perpisahan ini. Aku ingin melihat kalian di acara wisuda. Ya, di acara itu seolah puncak bahwa kalian telah melepas lambang SMA dan berganti menjadi mahasiswa. Kalian begitu banyak belajar dari sekolah ini. Semoga kebaikan yang ada di sekolah ini tetap tertanam baik di kalian dan bisa menularkannya ke orang lain. Semoga sukses selalu bersama kalian. *Nangis….Huahaua…lagunya See You Again Feat. Charlie Puth.